Tersangka Gula Tak Cuma Satu

BANJARMASIN – Akhirnya, Polresta Banjarmasin menetapkan direktur utama PT Makassar Te’ne sebagai tersangka pasokan gula rafinasi ke Kalsel.

Diduga, pasokan gula sebanyak 3.750 ton itu tidak dilengkapi Surat Persetujuan Perdagangan Gula Rafinasi Antarpulau (SPPGRAP) dari Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah personel Reskrim Polresta Banjarmasin menggelar kasus tersebut di depan penyidik Polresta dan Polda Kalsel.

Dalam penelaahan kasus itu, juga disampaikan hasil koordinasi dengan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

‘Berdasar hasil konsultasi dan keterangan Pak Dirjen, kasus itu murni pidana dan kesalahan di pihak pengirim dalam hal ini PT Makassar Te’ne,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto di Banjarmasin, Jumat (3/12). Baca lebih lanjut

Iklan

Polresta Tunggu Surat Sita Gula

BANJARMASIN – Meski sudah ‘menahan’ 150 kontainer yang berisi 3.750 ton gula rafinasi dari PT Makassat Te’ne ke CV Nella Aftah, Polresta Banjarmasin belum bisa menyita gula yang diduga bermasalah itu.

Hingga kemarin, surat izin penyitaan belum diterbitkan Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin. Karena itu pula, polisi juga belum bisa memasang garis polisi.

“Kami sudah mengajukan permohonan tetapi surat penetapan dari PN belum terbit. Kami tidak akan bertindak gegabah,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto, Jumat (27/11). Baca lebih lanjut

Kapolresta Tidak Takut

 

  • Kelangkaan Gula Hanya Isu

BANJARMASIN – Pernyataan keras Sekdaprov Kalsel Muchlis Gafuri bahwa pasokan gula rafinasi sebanyak 3.750 ton untuk CV Nella Aftah, tidak menyalahi ketentuan, bukan hal menakutkan bagi Polresta Banjarmasin.

Sebaliknya, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Hilman Thayib menegaskan ‘penahananan’ gula dari PT Makassar Te’ne itu tetap dilakukan. Diduga pengirimannya itu melanggar surat persetujuan perdagangan gula rafinasi antarpulau (SPPGRAP) yang dikeluarkan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

Dalam surat itu disebutkan pengiriman hanya sebanyak 1.000 ton. Namun, yang dikirim sebanyak 3.750 ton. Baca lebih lanjut