“Kenapa Kader PPP Ngotot?”

Koalisi Golkar-PPP Kalsel Terancam Bubar

BANJARMASIN, BPOST – Sengketa Pemilukada Balangan tidak hanya menimbulkan gonjang-ganjing politik di daerah tersebut tetapi juga di tingkat provinsi.

Koalisi dua partai besar di Kalsel, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ikut terimbas. Kongsi terancam bubar karena tindakan DPRD Balangan yang dipimpin kader PPP Zainuddin, membatalkan kemenangan pasangan Sefek Effendi-Ansharuddin (SA) pada Pemilukada 2010. Bahkan, sebelum ada keputusan resmi DPRD, Zainuddin sudah melontarkan pernyataan bahwa kemenangan SA akan dianulir. Baca lebih lanjut

Iklan

Harmonisasi Politik

News Analysis: Apriansyah
Pengamat Politik Unlam

ANCAMAN pecah koalisi itu memang bisa terjadi sebagai efek keputusan DPRD Balangan dalam sengketa Pemilukada 2010.

Merupakan efek politik, karena latar belakang ketua DPRD Balangan adalah kader PPP (Partai Persatuan Pembangunan).

Pecah koalisi itu lumrah saja terjadi di dunia politik. Tetapi tentang nasib koalisi tentu merupakan suara lembaga (partai) bukan terikat pada orang atau kader partai. Baca lebih lanjut

“Bernuansa Politik”

DEWAN Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bereaksi keras atas penetapan Rudy Ariffin sebagai tersangka. Mereka menilai ada motif politik di balik putusan Kejagung itu.

“Saya melihat motif politiknya cukup kental. Pertama, kasus itu sudah lama. Kedua, tidak tertutup kemungkinan masih terkait pilkada,” kata Wasekjen DPP PPP Muhammad Romahurmuziy kepada BPost di Jakarta, kemarin.

Menurut Romy –sapaan Romahurmuziy– partainya prihatin dengan nasib yang dialami ketua DPW PPP Kalsel itu.

“Ini sama terkejutnya ketika kami menerima kabar ada kader yang menjadi tersangka menjelang pilpres. Jadi kalau kami tidak mengedepankan motif politik rasanya menjadi naif sebagai partai politik,” ujarnya. Baca lebih lanjut