Selesaikan Sumber Masalahnya

SEPEKAN lalu, mobil Daihatsu Xenia hitam yang dikemudikan Afriani Susanti menabrak 12 orang pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, pekan silam.

Akibatnya sembilan orang tewas. Afriani sendiri menuai hujatan dan banyak orang berharap agar dia mendapat hukuman seberat-beratnya. Bahkan, ada yang mengusulkan agar dia diganjar hukuman mati.

Hujatan dan makian tersebut diterima Afriani, karena berdasar hasil pemeriksaan urine dan darahnya, perempuan tersebut diketahui dalam kondisi mabuk alkohol, ekstasi, sabu, dan ganja, saat mengemudikan mobil. Baca lebih lanjut

Iklan

Hakim Perlu Berani Menafsirkan Pasal (Analisis Kasus Sopir Maut Tugu Tani)

Oleh: Mispansyah SH MH

Tragedi Tugu Tani yang menewaskan sembilan orang mengagetkan kita, apalagi sopir Afriyani Susanti, positif  mengonsumsi miras dan Narkoba. Pihak keluarga korban pun berharap perempuan itu dihukum mati.

Keinginan pihak keluarga itu tentu akan ditentukan dua hal yaitu oleh peraturan perundang-undangan yang dikenakan penyidik kepada pelaku.

Dan yang kedua adalah tergantung dari putusan hakim pada proses persidangan, keadilan putusan hakim yang progresif tentu akan kita tunggu. Baca lebih lanjut