Akhirnya, Pungli di SPBU Hilang

BANJARMASINPOST, Beberapa hari lalu, Kapolda Kalsel Machfud Arifin menegaskan segera mengerahkan aparatnya untuk mengecek informasi adanya pungutan liar alias pungli yang terjadi di SPBU kawasan Banua Anyar, Banjarmasin.

Berdasar pantauan Kamis (9/10) malam, ada dua orang yang kabarnya personel Polda Kalsel yang ikut melakukan penjagaan di SPBU tersebut. Seorang di tempat antrean dan satu lagi di dekat SPBU.

Saat bertugas, mereka tidak mengenakan seragam. Namun, ada dampaknya. Sejumlah sopir truk yang membeli solar bersubsidi di SPBU tersebut mengatakan tidak ada lagi pungutan. Bahkan, kupon antrean pun tidak lagi digunakan. Padahal, sebagaimana diwartakan koran ini selama tiga hari kemarin, sebelumnya setiap sopir yang ingin membeli antre harus siap menyediakan uang setidaknya Rp 100 ribu untuk membayar beberapa jenis pungutan dari parkir (Rp 20 ribu), kupon (Rp 50 ribu), komisi (Rp 20 ribu) dan biaya keluar SPBU (Rp 10 ribu). Baca lebih lanjut

Bayar Honorer dari Hasil Utangan

BANJARMASINPOST, Keberadaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBD bagi sekolah SMP, seyogiyanya lancar dibagikan ke setiap sekolah. Namun beberapa bulan terakhir, proses pencairan BOS APBD selalu mengalam kendala keterlambatan.

Padahal, keberadaan dana BOS APBD sangat dibutuhkan sekolah untuk menggaji guru honor, tukang kebun dan guru pelatihan ekstrakurikuler. Beberapa sekolah mengeluhkan sering keterlambatan pencairan dana BOS APBD. Idealnya, setiap triwulan sudah harus cair. Berbeda dengan dana BOS APBN yang selalu tepat waktu cairnya.

Wakil Kepala SMPN 19, saat dikonfirmasi, membenarkan dana BOS APBD sering terlambat. Termasuk untuk triwulan pertama 2014, belum cair. Baca lebih lanjut

Disdik Buka Pendaftaran

KADISDIK Pemko Banjarmasin M Amin mengatakan hasil laporan kinerja kepala sekolah pada 2011 ini, jadi PR bagi bidang PTK untuk membina tenaga pendidik.

Untuk saat ini, terangnya, sekolah di Kota Banjarmasin, kehabisan stok kepala sekolah.

Menurut dia, untuk sementara kepala sekolah yang ada dibina terlebih dahulu. Hasil yang ada sedang digodok tim teknis Disdik Kota Banjarmasin, sambil menunggu perekrutan kepala sekolah, terutama kepala SD. Baca lebih lanjut

Terlanjur Beri Izin Gudang

BANJARMASIN, BPOST – Kebijakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Banjarmasin untuk melarang truk masuk kota pada Juni mendatang, terancam gagal.

Penyebabnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengaku tak bisa menertibkan gudang dalam kota dengan alasan tidak adanya koordinasi antara mereka dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM). Sementara BP2TPM ternyata juga telah mengeluarkan perpanjangan izin gudang, meski letaknya berada di dalam kota. Baca lebih lanjut

Dinas Pendidikan Tak Libatkan Sekolah

BANJARMASIN, BPOST – Tanpa kehadiran terdakwa Hj Neni Kurnaeni (50), yang sedang sakit, sidang dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 9.675.090.000 yang berkedok pengadaan buku perpustakaan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tabalong yang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, kembali dilanjutkan, Senin (16/1) siang.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Susi Suptati, menghadirkan lima saksi yaitu Rusmini, Saukani, H Rusdi Majedi, Farid dan Yusuf Ahmadi yang semua merupakan kepala SD yang menerima bantuan dana DAK tersebut. Baca lebih lanjut

Unlam di Ujung Tanduk

  • Terancam Dibina Universitas Lain

BANJARMASIN, BPOST – Sudah setengah abad lebih usia Universitas Lambung Mangkurat (Unlam). Banyak prestasi yang ditorehkan. Tidak sedikit pula alumninya memiliki peran penting di negara ini. Bahkan, salah satu menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II berasal dari kampus terbesar di Kalsel itu.

Namun, di usianya yang matang, Unlam masih terbelit masalah krusial. Bahkan, bisa dikatakan berada di ujung tanduk.

Pasalnya, Unlam tidak kunjung beranjak dari Akreditasi C. Sudah setahun akreditasi itu disandang Unlam.

Status akreditasi disandang sebuah perguruan tinggi selama dua tahun. Jika dua kali berturut-turut, Unlam menyandang Akreditasi C, dia akan di bawah binaan universitas lain yang ditunjuk Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Jika itu terjadi, benar-benar menyesakkan dada. Tak hanya sivitas akademika, tetapi juga alumni dan warga Banua. Baca lebih lanjut

Bikin Terobosan

PENAHANAN gula rafinasi milik PT Makasar Te’ne diduga karena lambannya penerbitan SPPGRAP. Selain itu juga diduga pengiriman 3.750 ton gula itu merupakan bagian dari 30 ribu ton gula dari perusahaan tersebut.

Padahal, surat rekomendasi Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin hanya menyebut 10 ribu ton gula yang diminta dikirim ke provinsi ini.

Menyikapi itu, Kabag Sarana Perekonomian Biro Ekonomi Pemprov Kalsel Syamsir Rahman mendesak DPRD Kalsel ikut mengupayakan agar SPPGRAP bisa cepat terbit. Baca lebih lanjut

Jelang Penobatan Raja Muda Banjar, Zuriah dari Belanda Pun Hadir

PENOBATAN Pangeran H Khairul Saleh sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar, Minggu (12/12) lusa, bukan hanya mendapat sambutan antusias dari warga Banua. Perwakilan kerajaan senusantara dan para zuriah yang berada di luar negeri pun merespons positif. Mereka menyatakan siap datang.

Bahkan, salah seorang zuriah yang tinggal di Belanda, Dick Eysman –keturunan dari Pangeran Suria Winata (anak Sultan Adam)– sudah menginjakkan kaki di Bumi Serambi Makkah sejak Rabu (8/12). Baca lebih lanjut

Tersangka Gula Tak Cuma Satu

BANJARMASIN – Akhirnya, Polresta Banjarmasin menetapkan direktur utama PT Makassar Te’ne sebagai tersangka pasokan gula rafinasi ke Kalsel.

Diduga, pasokan gula sebanyak 3.750 ton itu tidak dilengkapi Surat Persetujuan Perdagangan Gula Rafinasi Antarpulau (SPPGRAP) dari Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah personel Reskrim Polresta Banjarmasin menggelar kasus tersebut di depan penyidik Polresta dan Polda Kalsel.

Dalam penelaahan kasus itu, juga disampaikan hasil koordinasi dengan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

‘Berdasar hasil konsultasi dan keterangan Pak Dirjen, kasus itu murni pidana dan kesalahan di pihak pengirim dalam hal ini PT Makassar Te’ne,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto di Banjarmasin, Jumat (3/12). Baca lebih lanjut