Arsip untuk ‘Banjarmasin Bungas’ Kategori

BANJARMASIN, BPOST – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin akhirnya mengumumkan penilaian kepala sekolah, mulai tingkat sekolah dasar hingga menengah atas dan sederajat.

Hasilnya, dari 40 kepala SD yang dinilai, satu kepala SD mendapatkan nilai D. Dia pun langsung diusulkan untuk diturunkan jabatannya menjadi guru. (lebih…)

KADISDIK Pemko Banjarmasin M Amin mengatakan hasil laporan kinerja kepala sekolah pada 2011 ini, jadi PR bagi bidang PTK untuk membina tenaga pendidik.

Untuk saat ini, terangnya, sekolah di Kota Banjarmasin, kehabisan stok kepala sekolah.

Menurut dia, untuk sementara kepala sekolah yang ada dibina terlebih dahulu. Hasil yang ada sedang digodok tim teknis Disdik Kota Banjarmasin, sambil menunggu perekrutan kepala sekolah, terutama kepala SD. (lebih…)

BANJARMASIN, BPOST – Kebijakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Banjarmasin untuk melarang truk masuk kota pada Juni mendatang, terancam gagal.

Penyebabnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengaku tak bisa menertibkan gudang dalam kota dengan alasan tidak adanya koordinasi antara mereka dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM). Sementara BP2TPM ternyata juga telah mengeluarkan perpanjangan izin gudang, meski letaknya berada di dalam kota. (lebih…)

BANJARMASIN, BPOST – Tanpa kehadiran terdakwa Hj Neni Kurnaeni (50), yang sedang sakit, sidang dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 9.675.090.000 yang berkedok pengadaan buku perpustakaan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tabalong yang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, kembali dilanjutkan, Senin (16/1) siang.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Susi Suptati, menghadirkan lima saksi yaitu Rusmini, Saukani, H Rusdi Majedi, Farid dan Yusuf Ahmadi yang semua merupakan kepala SD yang menerima bantuan dana DAK tersebut. (lebih…)

  • Terancam Dibina Universitas Lain

BANJARMASIN, BPOST - Sudah setengah abad lebih usia Universitas Lambung Mangkurat (Unlam). Banyak prestasi yang ditorehkan. Tidak sedikit pula alumninya memiliki peran penting di negara ini. Bahkan, salah satu menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II berasal dari kampus terbesar di Kalsel itu.

Namun, di usianya yang matang, Unlam masih terbelit masalah krusial. Bahkan, bisa dikatakan berada di ujung tanduk.

Pasalnya, Unlam tidak kunjung beranjak dari Akreditasi C. Sudah setahun akreditasi itu disandang Unlam.

Status akreditasi disandang sebuah perguruan tinggi selama dua tahun. Jika dua kali berturut-turut, Unlam menyandang Akreditasi C, dia akan di bawah binaan universitas lain yang ditunjuk Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Jika itu terjadi, benar-benar menyesakkan dada. Tak hanya sivitas akademika, tetapi juga alumni dan warga Banua. (lebih…)

PENAHANAN gula rafinasi milik PT Makasar Te’ne diduga karena lambannya penerbitan SPPGRAP. Selain itu juga diduga pengiriman 3.750 ton gula itu merupakan bagian dari 30 ribu ton gula dari perusahaan tersebut.

Padahal, surat rekomendasi Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin hanya menyebut 10 ribu ton gula yang diminta dikirim ke provinsi ini.

Menyikapi itu, Kabag Sarana Perekonomian Biro Ekonomi Pemprov Kalsel Syamsir Rahman mendesak DPRD Kalsel ikut mengupayakan agar SPPGRAP bisa cepat terbit. (lebih…)

PENOBATAN Pangeran H Khairul Saleh sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar, Minggu (12/12) lusa, bukan hanya mendapat sambutan antusias dari warga Banua. Perwakilan kerajaan senusantara dan para zuriah yang berada di luar negeri pun merespons positif. Mereka menyatakan siap datang.

Bahkan, salah seorang zuriah yang tinggal di Belanda, Dick Eysman –keturunan dari Pangeran Suria Winata (anak Sultan Adam)– sudah menginjakkan kaki di Bumi Serambi Makkah sejak Rabu (8/12). (lebih…)

BANJARMASIN - Akhirnya, Polresta Banjarmasin menetapkan direktur utama PT Makassar Te’ne sebagai tersangka pasokan gula rafinasi ke Kalsel.

Diduga, pasokan gula sebanyak 3.750 ton itu tidak dilengkapi Surat Persetujuan Perdagangan Gula Rafinasi Antarpulau (SPPGRAP) dari Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah personel Reskrim Polresta Banjarmasin menggelar kasus tersebut di depan penyidik Polresta dan Polda Kalsel.

Dalam penelaahan kasus itu, juga disampaikan hasil koordinasi dengan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

‘Berdasar hasil konsultasi dan keterangan Pak Dirjen, kasus itu murni pidana dan kesalahan di pihak pengirim dalam hal ini PT Makassar Te’ne,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto di Banjarmasin, Jumat (3/12). (lebih…)

  • Pemasok Mengaku Berdasar Permintaan

Sasirangan

POSTER - Salah satu poster yang dipampang salah seorang pengusaha sekaligus perajin sasirangan di Banjarmasin, kemarin. Foto by: BANJARMASIN POST GROUP/ SALMAH

BANJARMASIN - Beredar bebasnya kain sasirangan printing (cetak) tak hanya mencemaskan para perajin. Budayawan Banua juga bereaksi keras.

Salah seorang budayawan, Syamsiar Seman dengan lantang menilai peredaran sasirangan ‘aspal’ (asli tapi palsu) itu merusak tatanan budaya Banjar.

“Terus terang saya tidak setuju. Itu merusak karena  dari sisi pembuatannya bukan kerajinan tangan lagi, tetapi oleh mesin,” tegas Syamsiar kepada BPost, Rabu (1/12). Menurut dia, pemerintah daerah harus segera bersikap untuk menertibkan peredaran sasirangan printing.

Selain itu, menyadarkan warga Banua yang tidak mendukung pelestarian budaya Banjar. “Jelas bukan hanya prihatin, tetapi juga menolak. Orang Banjar harus disadarkan untuk selalu memelihara kerajinan ciri khas Banjar,” tegasnya.Hal senada dilontarkan budayawan, Syarifudin. Dia menegaskan  kehadiran teknologi printing pasti mengancam para perajin sasirangan yang menggunakan teknologi manual.
(lebih…)

SOSIOLOG Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), H Wahyu MS memiliki pendapat lain. Dia menilai beredarnya sasirangan printing adalah keniscayaan dalam mekanisme pasar.

Semua tergantung selera konsumen. Merekalah yang memilih, menggunakan sasirangan asli atau ‘aspal’ (asli tapi palsu).

“Lajuperkembangan teknologi tidak bisa dibendung. Berbisnis kan sah-sah saja. Hanya saja bagaimana agar tetap menjaga nilai-nilai lokal bisa tetap eksis,” katanya, kemarin. (lebih…)