Bayar Honorer dari Hasil Utangan

BANJARMASINPOST, Keberadaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBD bagi sekolah SMP, seyogiyanya lancar dibagikan ke setiap sekolah. Namun beberapa bulan terakhir, proses pencairan BOS APBD selalu mengalam kendala keterlambatan.

Padahal, keberadaan dana BOS APBD sangat dibutuhkan sekolah untuk menggaji guru honor, tukang kebun dan guru pelatihan ekstrakurikuler. Beberapa sekolah mengeluhkan sering keterlambatan pencairan dana BOS APBD. Idealnya, setiap triwulan sudah harus cair. Berbeda dengan dana BOS APBN yang selalu tepat waktu cairnya.

Wakil Kepala SMPN 19, saat dikonfirmasi, membenarkan dana BOS APBD sering terlambat. Termasuk untuk triwulan pertama 2014, belum cair.

“Iya, terlambat. Karena mau ulangan harian, kami cari dana talangan. Bahkan bendara sekolah kami sampai berutang pribadi ke yang lain,” akunya, kemarin.

Berutang, terpaksa dilakukan karena sekolah harus menggaji guru honor sebanyak tiga orang. Termasuk untuk honor guru pelatih pramuka dan ektrakurikuler lainnya.

“Sampai saat ini kami tidak tahu kenapa terlambat. Kondisi ini setiap tahun terjadi,”
imbuhnya.

Di SMPN 2 juga mengalami hal yang sama. Bahkan untuk menutupi biaya gajih guru honor dan pembina ekstrakurikuler, pengelola sekolah melakukan pinjaman silang, yakni menggunakan dana BOS APBN.

“Ini tiga triwulan belum dibayarkan, sekolah terpaksa pinjam pakai dana APBN. Setiap tahun selalu terlambat. Tidak tahu juha kenapa,” kata Herminnor singkat selaku Kepala TU.

Sekolah lainnya, SMPN 5, juga mengakui seringnya keterlambatan pencairan dana bos APBD. Namun kepala sekolah, Azhari, mengatakan, keterlambatan tersebut karena rumitnya aturan dalam pencairan.

“Biasanya, Rencana Kerja Anggaran atau RKA sekolah yang terlambat dimasukkan oleh sekolah. Di sisi lain, aturan pencairan di pemko ini rumit,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Dikdas Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi, mengatakan, pencairan dana BOS APBD tak mengenal triwulan. “Kalau dana BOS APBD, sistem ganti. Kalau surat pertanggungjawaban atau SPJ lengkap, baru dicairkan dananya,” katanya.

Nuryadi beralasan, pihaknya selama ini sudah menyosialisasikan kepada sekolah-sekolah, terutama SMP agar sebelum mencairkan dana BOS APBD memeriksa dan melengkapi SPJ tersebut.

Sumber: Banjarmasin Post edisi cetak Rabu (8/10/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s