Bagian Tubuh Mayang Direbus

BANJARMASINPOST, Seorang warga negara Indonesia, Mayang Prasetyo, tewas dibunuh dan dimutilasi oleh sang pacar Markus Peter Volke, di Brisbane, Australia. Di rumah Markus didapati bagian tubuh Mayang Prasetyo tengah dimasak di dalam panci.

Dilansir dari harian Australia, Couriermail, edisi Senin (6/10), potongan tubuh Mayang ditemukan polisi di Apartemen Double One 3 yang disewa Volke di daerah Teneriffe, Brisbane pada Sabtu kemarin. Sebagian potongan tubuh diletakkan pelaku di dalam panci yang berada di atas kompor.

Mayang Prasetyo

Mayang Prasetyo

Menurut laporan stasiun televisi Channel 10, para tetangga di apartemen tersebut merasa terganggu dengan bau tidak sedap yang menyengat sejak Kamis pekan lalu.

“Baunya seperti bau makanan anjing atau daging mentah yang dibiarkan begitu saja selama beberapa hari,” kata tetanggal Volke, Courtney Reichart.

Merasa terganggu dengan bau busuk tersebut, manajer apartemen lalu mengetuk pintu unit yang disewa Volke pada akhir pekan lalu. Pria berusia 28 tahun itu menjawab, lalu kabur turun ke bawah melalui jendela.

Dia lalu lari dan berbelok di sebuah jalan dekat apartemen. Volke gagal berlari lebih jauh, karena polisi telah mempersempit ruang gerak. Volke lalu bersembunyi di dalam tong sampah. Menyadari posisinya terjepit, pria yang berprofesi sebagai koki itu, lalu bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri.

Sementara, ibu pelaku, Dorothy Volke, mengatakan dia baru saja berkomunikasi dengan putranya satu pekan lalu dan dia terlihat bahagia.

“Dia berencana akan kembali pada Natal nanti. Semuanya normal dan baik-baik saja,” kata Dorothy.

Dia menambahkan, putranya baru saja kembali ke Negeri Kanguru setelah berkeliling ke beberapa negara di atas kapal pesiar.Dorothy menyebut putranya berkenalan dengan Mayang di kapal pesiar itu. Keduanya bekerja sebagai koki.

“Mereka belum berada di Brisbane untuk waktu yang lama. Baru beberapa bulan saja. Mereka mencoba untuk tinggal bersama. Saya tidak tahu apa yang terjadi, karena sudah tidak bertemu dengan dia selama 1,5 tahun,” papar Dorothy.

Dia mengaku tidak percaya putranya dapat melakukan hal seperti itu. “Dia tipikal anak yang rela melakukan apa saja untuk Anda. Ini terasa tidak nyata bagi saya,” kata dia.

Hingga saat ini proses penyelidikan masih terus berlanjut. Menurut informasi yang beredar di media Australia, Mayang diduga seorang transgender. Sementara informasi yang diperoleh di akun facebook pribadinya, Mayang sempat mengenyam pendidikan di Royal Melbourne Institute Technology (RMIT).

Menurut testimonial teman-teman Mayang di akun Facebooknya, wanita itu dikenal sebagai sosok yang bahagia dan murah senyum.

“Semoga engkau bisa beristirahat yang tengah di bintang-bintang, tempat kamu berasal, temanku. Sosok jiwa yang mengagumkan yang pernah saya temui. Dunia ini merasa ada yang kurang tanpa dirimu,” tulis seorang pria bernama Brad Whitehous di akun Facebook Mayang, hari ini.

Lacak Identitas

Konsulat Jenderal RI di Sydney terus melacak identitas Mayang Prasetyo. Mereka juga tengah bekerja sama dengan KJRI di Melbourne, lokasi semula Mayang bermukim selama di Negeri Kanguru.

Pejabat Konsultan di Sydney, Nicholas Manoppo, mengungkapkan dari data sementara, belum ditemukan nama atas nama Mayang Prasetyo di database mereka.

“Kami kini juga tengah menyelidiki jika Mayang masih berstatus WNI atau telah menjadi warga Australia,” kata Nicholas.

Salah satu penyebab sulitnya pelacakan identitas itu, lanjut Nicho, adalah kebiasaanwarga Indonesia yang tidak melapor jika bermukim di Australia.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Tatang Razak, mengatakan ia sudah mendapat kabar dari Kedutaan Besar Indonesia di Canberra.

“Saya sudah diberitahu oleh KBRI Canberra dan sekarang sedang dalam penanganan,” kata Tatang.

Sumber: Banjarmasin Post edisi cetak Selasa (7/10/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s