Warga Memang Diintimidasi

TAK hanya sosok misterius di foto, lokasi pengambilan gambar itu juga terungkap. Yakni, di Desa Tawahan, Kecamatan Juai (bukan Awayan seperti pemberitaan kemarin).

Saat dikonfirmasi BPost, Kepala Desa Tawahan M Yusuf membenarkan kawasan yang terekam di foto berada di wilayahnya. “Ada beberapa warga di foto itu yang saya kenal,” katanya tanpa bersedia mengungkap identitas warga yang dimaksud.Yusuf juga mengakui PT Sanggam Balangan Makmur (SBM) pernah melakukan pembebasan lahan di wilayahnya dan tiga desa lain yakni Desa Sikuntan, Tundi dan Sungai Batung.

“Berdasarkan laporan 30 warga di empat desa yang terkena pembebasan tanah itu, perusahaan memang melakukan intimidasi,” tegasnya, Selasa (7/2).

Intimidasi itu berupa menakut-takuti warga dengan mengatakan lahan yang tidak dijual pasti akan digusur oleh perusahaan tanpa ganti rugi.

Mereka mengataka perusahaan akan memakai jasa personel Brimob untuk menggusur.

Tidak hanya itu, pembebasan juga dilakukan tanpa prosedur yang benar atau menggunakan sistem pengambilan secara paksa.

“Jangankan punya warga, lahan saya saja tiba-tiba hilang dan diklaim telah dijual. Padahal saya baru saja ingin membuat segel tanah seluas empat borong itu,” katanya.

Disinggung kabar perusahaan menggunakan jasa aparat atau warga sipil bersenjata api, Yusuf mengatakan tidak ada.

“Soal warga sipil bersenjata saya tidak pernah menemui tapi kata warga intimidasinya lewat omongan,” ucapnya.

Akan tetapi, imbuh Yusuf, setiap melakukan pembersihan lahan, ada dua personel Polsek Juai yang menjaga. Kedua polisi itu selalu membawa senjata api laras panjang.

Sebelumnya, saat mengunjungi kantor BPost, Kapolda Kalsel Brigjen Syafruddin mengungkapkan pernah memecat anggotanya karena melakukan pengawalan tidak berseragam dan membawa senjata api di Tanahlaut.

Ditegaskan dia, pengamanan yang diberikan kepolisian hanya untuk proyek-proyek vital nasional. Namun pada kenyataannya, banyak perusahaan ikut meminta pengamanan kepolisian. “Kami akui di lapangan terjadi sebuah keterlanjuran. Kebanyakan yang diminta untuk pengamanan memang personel Brimob karena memiliki kesan kuat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Syafruddin juga mengungkapkan adanya indikasi adanya kelompok yang hendak memunculkan konflik antara masyarakat dan pekerja tambang di Balangan dan Tabalong.

“Kelompok itu gagal di Tanahbumbu. Mereka memanfaatkan persoalan kisruh politik di Balangan juga konflik agraria antara masyarakat dan perusahaan batu bara,” kata Syafruddin. (ncl/ais/arl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s