Pendiri Balangan Ikut Khawatir

PARINGIN, BPOST – Gonjang-ganjing politik yang kian memanas di Balangan, membuat para pendiri daerah pemekaran itu, cemas.

Mereka khawatir konflik horizontal terjadi jika pemerintah dan aparat kepolisian tidak segera meredam konflik tersebut.

Menyikapi itu, secara khusus para pendiri yang tergabung dalam Panitia Pembentukan Kabupaten Balangan (PPKB) bertemu dan mengeluarkan seruan keprihatinan. Mereka meminta dua kubu yang bertentangan, Sefek Effendi-Ansharuddin (SA) dan Syafruddin-Fachrurrazi (Syafa) bisa menahan diri demi keamanan dan ketenteraman warga Balangan.“Apalagi kabarnya bakal ada demo dari kedua belah pihak. Kami minta tahan dulu. Aksi itu berpotensi menimbulkan konflik. Artinya sesama masyarakat Balangan akan berkelahi,” kata salah seorang pendiri, Syahrani Ahing, kemarin.

Menurut dia, PPKB menilai permasalahan yang merupakan imbas persaingan dalam Pemilukada Balangan 2010 itu merupakan pembelajaran berharga.

“Komponen masyarakat harus menjaga jangan sampai ada yang melambat-lambatkan penyelesaian sengketa pe milukada. Permasalahan ini menguras moral, tenaga, pikiran dan dana yang tidak sedikit,” ucap Ahing.

Kepada masyarakat Balangan, Ahing menyerukan agar tetap tenang dan tidak terpancing isu menyesatkan.

“Percayakan masalah ini pada lembaga berwenang. Masyarakat tetaplah beraktivitas seperti biasa. Ingatlah tujuan pendirian Balangan. Hindari perpecahan dan jauhi statemen yang memperkeruh suasana,” tegasnya.

Pemilukada Balangan yang digelar 2 Juni 2010 dimenangi pasangan SA. Namun, kubu Syafa tidak terima karena mengklaim ada permainan uang yang dilakukan SA.

Syafa mendapat ‘angin segar’ pada- 12 Januari 2012 saat majelis hakim PN Amuntai menjatuhkan vonis 4 empat dan denda Rp 3 juta untuk Syahril yang terbukti melakukan politik uang dalam Pemilukada. Buktinya, uang Rp 250 ribu dan kartu nama bergambar pasangan SA.

Puncaknya terjadi pada 2 Februari 2012. Kepada massa Syafa yang menggelar aksi, DPRD Balangan mengeluarkan surat pernyataan membatalkan kemenangan SA.

Berdasar pantauan BPost, meski banyak aparat kepolisian yang melakukan melakukan penjagaan, terutama di kantor bupati, aktivitas masyarakat berjalan normal.

Saat dihubungi, Syafruddin menegaskan, kubunya masih menuju realisasi janji DPRD membahas pembatalan kemenangan itu lalu direkomendasikan ke Kemendagri. “Kami menunggu saja. Kalau ingkar janji, kami akan kembali mendatangi DPRD,” ujar Syafruddin.

Hingga kemarin, Sefek masih ‘menghilang’. Menurut sejumlah pegawai kantor bupati, dia masih berada di luar kota. Handphone dia sering tidak aktif. Rumah dia baik di Balangan maupun Banjarmasin, juga sepi. (arl/has)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s