Pria Sipil Pakai Senjata Serbu

  • Kapolres: Bukan Anggota Kami
  • Ibnu Sina Minta Jaminan Keselamatan

BALANGAN, BPOST – Teka-teki adanya kelompok sipil bersenjata yang disewa perusahaan pertambangan batu bara di Balangan, mulai terkuak. BPost memperoleh foto-foto yang memperlihatkan seorang pria berpakaian sipil menenteng senjata otomatis sedang mengawasi operasional alat berat di area tambang.

Foto-foto tersebut sudah beredar luas di kalangan anggota dewan Balangan melalui smartphone. “Foto-foto itu kiriman teman di grup, tapi saat ini grupnya sudah bubar. Namun, saya masih menyimpan foto-foto itu,” ujar Syamsuddin, anggota DPRD Balangan, Senin (6/2).

Seorang pria membawa senjata api laras panjang yang diduga mengintimidasi warga di Desa Tawahan Kecamatan Awayan, Balangan, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

Sayangnya, Syamsuddin enggan menyebut asal-muasal foto-foto itu. “Tidak tahu, foto itu secara otomatis masuk yang dikirim dari grup,” cetusnya.

Dari foto-foto itu asli adanya tanpa rekayasa. Seorang lelaki berkemeja denim biru terlihat menyelempangkan senjata serbu otomatis di pungungnya. “Ya, itu benar senjata asli, bukan mainan,” jelas sumber yang mengaku mengetahui berbagai jenis senjata api kepada harian ini.

Disebutkan, pria sipil bersenjata itu diabadikan di Desa Tawahan, Kecamatan Awayan. Namun, dia mengaku tidak tahu persis apakah pria sipil bersenjata itu karyawan perusahaan tambang atau bukan. Dia juga tak mengetahui tanggal pasti kapan foto itu diambil.

Sumber ini memperoleh informasi kabarnya senjata otomatis jenis serbu itu pinjaman dari salah satu anggota kepolisian.

“Yang saya terima kabarnya seperti itu. Katanya, itu senjata pinjaman hanya untuk berfoto-foto. Setelah itu dikembalikan,” imbuhnya.

Kapolres Balangan AKBP M Yudha Setyabudi membantah pria bersenjata api itu adalah anggotanya. Bahkan, disebutkan dia bisa saja foto itu adalah rekayasa. “Tidak ada anggota saya yang melakukan pengamanan di perusahan tambang PT Paramita Cipta Sarana,” sergahnya.

Yudha justru menduga senjata yang ada dalam foto itu mainan sejenis air soft gun. “Orang kan bisa bergaya dengan senjata mainan atau air soft gun,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Balangan M Yusuf justru menengara sangat mungkin pria di foto itu anggota kepolisian yang sengaja berpakain preman. Atau, sebut dia, warga sipil biasa yang memang sering ke hutan menyadap karet. “Mereka kan sering bawa senapan angin yang mirip senjata asli,” ujarnya.

Adanya warga sipil bersenjata api mengemuka dalam sebuah diskusi masalah agraria di Banjarmasin, pekan lalu. Saat itu, Ibnu Sina, anggota Komisi III DPRD Kalsel mengungkapkan adanya pria sipil bersenjata yang disewa perusahaan tambang batu bara. Dia mengaku memiliki dokumen visual tentang hal itu.

Terkait hal ini, anggota DPRD Balangan Syamsuddin mengatakan akan meminta klarifikasi Ibnu Sina. “Kita akan meminta dan mencocokan apakah foto yang tersebar di smartphone itu benar yang dimaksudkannya,” ujarnya.

Sudi mengakui memang ada menerima laporan dari warga Awayan soal intimidasi dan ancaman dari PT Paramintha Cipta Sarana agar mau menjual lahannya dengan harga murah. “Tapi, intimidasi itu hanya semacam omongan, tidak diwujudkan dalam bentuk nyata seperti mengeluarkan senjata api,” ucapnya.

Jaminan Keselamatan

Ibnu Sina yang ditemui di DPRD Kalsel, kemarin, menyatakan siap memberikan penjelasan, termasuk menyampaikan foto yang dimilikinya. Hanya saja, dia meminta adanya jaminan keselamatan dari kepolisian. “Kalau ada jaminan keselamatan bagi sumber informasi, kami siap menyampaikan dan mengungkap masalah ini,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera, itu serius.

Dia meyakini pengungkapan foto itu akan menimbulkan ancaman keselamatan khususnya bagi orang yang telah menyampaikan foto itu kepadanya. Menurut dia, pihak perusahaan pasti akan menunjuk orang yang telah mengirimkan foto itu karena memang dokumen itu berasal dari orang sekitar lokasi kejadian.

Yang jelas, katanya, “Apa yang saya katakan saat diskusi itu bukan fitnah. Saya komit menjaga kerahasian sumber pemberi informasi itu.”

Dia justru informasi yang disampaikan itu ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai kebenaran informasi itu. Disebutkan dia, kehadiran pria sipil bersenjata itu membuat resah masyarakat karena merasa ditakut-takuti. “Harusnya polisi segera menindaklanjuti informasi itu untuk mengecek kebenarannya,” cetusnya.

Pun, Nasrullah AR, anggota komisi IV DPRD Kalsel Dapil Balangan mendesak pemerintah daerah bersama aparat segera menyikapi permasalahan tersebut agar tidak sampai menimbulkan gejolak dalam skala lebih besar. “Sengketa lahan masyarakat dengan perusahaan terkesan ditutup-tutupi tanpa ada upaya penyelesaian yang jelas,” pungkasnya.

Pjs Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP Aby Nursetyanto mengaku sejauh ini Polda Kalsel belum ada menerima laporan adanya orang berpakaian sipil bersenjata api yang disebut-sebut mengawal aktivitas tambang dan melakukan intimidasi terhadap masyarakat.

“Belum ada yang melaporkan ke kita, dan belum jelas dimana lokasinya? Perusahaan apa? Siapa yang diintimidasi?” cetus Aby.

Polda masih belum melakukan penyelidikan dengan alasan belum ada laporan masuk soal itu. “Dasarnya apa kalau tidak ada laporan? Kalau toh melakukan penyelidikan mungkin pihak polres,” kata Aby.

Buka Jalan Tambang

Permasalahan sengketa lahan antara perusahan dengan warga di Balangan untuk sementara mereda. Warga tidak lagi menutup jalan tambang setelah melakukan dialog dengan Kapolres Balangan AKBP M Yudha Setyabudi.

“Kita mematuhi apa yang diinginkan kapolres sambil mengumpulkan bukti-bukti yang diinginkan,” ujar M Ifdali, warga Desa Buntu Karau.

Warga Desa Gunung Riut juga telah menghentikan aksi menutup jalan masuk tambang. “Ya, sesuai keinginan kapolres, masalah itu bisa diselesaikan asal warga menunjukan bukti bukti,” tutur Juhrani, warga Gunung Riut.

Kapolres Balangan M Yudha mengaku berupaya menjadi penengah dalam konflik lahan agar warga tidak melakukan penutupan jalan tambang. Kalau jalan tambang ditutup, sebut dia, aktivitas tambang tidak jalan, dan ribuan karyawan tambang tidak bisa bekerja.

“Kalau memang warga merasa tanah itu miliknya, silakan tunjukan bukti buktinya, dan kita sangat mendukung,” pungkasnya. (arl/coi/ncl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s