“Kami Tak Mau Mati Konyol”

Buntut Tuntutan Mundur Bupati Balangan

BANJARMASIN, BPOST – Suhu politik di Kabupaten Balangan pascaterbitnya surat keputusan DPRD memberhentikan bupati dan wakil bupati terpilih, belum reda.

Bahkan hingga kini, gelombang aksi demonstrasi masa masih mewarnai gedung DPRD setempat.

Keadaan tersebut membuat para wakil rakyat tidak tenang melaksanakan tugasnya. Termasuk yang dialami Ketua DPRD Balangan, H Zainuddin.Senin (6/2), politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu singgah ke gedung DPRD Kalsel untuk menunggu kedatangan Gubernur Rudy Ariffin dan Ketua DPRD Nasib Alamsyah, yang melakukan konsultasi ke Mendagri, Gamawan Fauzi.

Didampingi salah satu anggota DPRD Kalsel, Nasrullah, dirinya menceritakan pergolakan politik di daerahnya itu, hingga kerasnya desakan masa yang menduduki gedung DPRD meminta agar semua anggota dewan membuat kebijakan untuk memberhentikan bupati Balangan beserta wakilnya dengan alasan putusan Pengadilan Negeri Amuntai.

Dengan raut wajah yang terlihat tegang, Zainuddin menceritakan keputusan yang diambil 23 dari 25 anggota DPRD Balangan itu karena desakan dan ancaman para demonstran.

Karena dalam rapat sebelumnya, para anggota dewan sudah membuat keputusan berupa surat pernyataan. Lantaran dianggap tidak memiliki kekuatan hukum, maka mendesak agar menggelar rapat kembali dan membuat surat keputusan.

“Kami tidak ada pilihan lain. Biar dianggap bungul, asal kami tidak mati konyol,” katanya sambil menyeka air keringat.

Bahkan dirinya sadar mengakui surat keputusan itu tidak memiliki kekuataan hukum apa-apa untuk memberhentikan Sefek Effendi dan Ansharudin karena pemerintahan sudah berjalan.

Dijelaskan Zainuddin, atas saran dari gubernur yang juga ketua DPW PPP Kalsel, saat ini semua anggota dewan sementara menghentikan aktifitas mereka.

“Pak Gubernur menyarankan untuk sementara tidak ada kegiatan dulu sampai beliau pulang setelah konsultasi ke Mendagri. Makanya kami kesini sambil menunggu kedatangannya,” tuturnya.

Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan, yang ditemui usai menghadiri rapat paripurna, mengatakan hingga saat ini Sefek dan Ansharudin masih sebagai kepala daerha yang sah.

Di Paringin, Setelah sempat reda beberapa hari, pendukung Syarifuddin dan Facharurazi (Syafa) kembali mendatangi kantor DPRD Balangan, untuk minta dibuatkan surat pengusulan pemberhentian Sefek-Anshar.

“Karena kemenangannya telah dibatalkan maka kami minta DPRD untuk mengirimkan surat ke Mendagri agar menghentikan kepala daerah yang terpilih,” ujar koordinator aksi, Suhardi.

Suhardi juga menyerahkan surat pernyataan dari sejumlah LSM dan media, serta surat saran dan masukan KPUD Balangan.

Sementara, Sefek kemarin tidak berada di kantor karena sedang bertugas di Jakarta. Roda pemerintahan Balangan saat ini di bawah komando Ansharuddin.

“Bisa lihat sendiri pegawai bekerja seperti biasa tidak ada pengaruhnya,” kata Asisten Bidang Pemerintahan Setda Balangan, Mansyah Anci. (coi/arl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s