Istri dan Anak Tak Mengantar

PKS Dukung Upaya PK Fakih

BARABAI, BPOST – Fakih Jarjani memenuhi janjinya. Dia melaksanakan sendiri eksekusi penahanannya ke Rumah Tahanan (Rutan) Barabai, Senin (6/2).

Eksekusi terhadap Fakih dilakukan setelah salinan putusan Mahkamah Agung, yang menolak kasasinya, diterbitkan pada 3 Februari 2012 lalu.

Wakil bupati Hulu Sungai Tengah nonaktif ini, diantar sekitar 100-an orang pendukungnya, sekitar pukul 16.30 wita.Diiringi kader dan simpatisan PKS, serta pengurus Yayasan Pendidikan Al Fhutuwah, Fakih menempati blok D kamar 5 bersama tahanan lainnya.

“Kami memberikan dukungan moral dan support untuk Ustadz Fakih, bukan untuk demo. Semoga beliau dan keluarga d beri ketabahan dan dikuatkan Allah SWT,” kata salah satu kader PKS yang ikut mengantar.

Fakih menyatakan terima kasih pada kejaksaan yang memberikannya waktu baginya melaksanakan sendiri erksekusi tersebut.

“Saya menghormati hak kejaksaan melaksanakan putusan MA. Meski demikian, saya tetap melakukan upaya hukum terakhir, peninjauan kembali,” kata Fakih kepada BPost, sesaat sebelum berangkat ke kejaksaan, untuk mengurus administrasi sekitar pukul 15.30 Wita.

Ayah empat anak ini mengaku sudah mengajukan berkas PK nya ke PN Barabai, sehari setelah menerima salinan putusan penolakan MA terhadap kasasinya.

Sekitar satu jam di kejaksaan, Fakih diantar menggunakan mobil ke Rutan Barabai, di Jalan Sibli Imansyah. Dia didampingi kader PKS Ilham Malik, Ibnu Sina dan Riswandi, Ketua DPRD HST Rosyadi Elmi, serta pengurus PKS lainnya.

Keluarga yang mendampingi hanya kakaknya, Norpajeri. Sedang istrinya, Habibah, dan keempat anaknya, tak ikut mengantar.

Fakih pun mengaku sudah siap menjalani hari-harinya di dalam sel. “Istri saya sudah pasrah. Anak-anak saya juga sudah saya beri pengertian, sejak kejaksaan mau mengeksekusi saya pada Ramadan (Agustus 2011) tahun lalu. Mereka sudah bisa memahami. Saya bilang, anak-anak tetap bisa bertemu bapaknya setiap saat,”kata Fakih dengan nada sedih.

Sebelumnya, Fakih sempat menolak rencana eksekusi kejaksaan pada Agustus 2011 lalu. Melalui pengacaranya, Masdari Tasmin, dia beralasan baru menerima petikan putusan, belum salinan putusan.

Menurut pengacaranya, petikan putusan tidak bisa menjadi dasar mengeksekusi kliennya. Politisi PKS itu pun berjanji tetap taat hukum, jika eksekusinya dilakukan sesuai KUHAP.

Fakih menjadi terpidana pada kasus korupsi dana perjalanan dinas fiktif anggota DPRD HST periode 1999-2004, dan divonis satu tahun penjara, dan denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan.

Selain Fakih, dua rekannya –Sahri Safrin dan Mawardi Tarmum– sempat melakukan upaya kasasi, namun ditolak. Saat iniSahri masih borun, sedangkan Mawardi menerima vonis satu tahun percobaan.

PKS Dukung Upaya PK

Menanggapi eksekusi terhadap kader mereka, Ketua DPW PKS HST, Supriyadi, menyatakan mereka mendukung upaya melakukan PK. “Kami akan terus mem backup-nya,” katanya.

Supriyadi melihat banyak kejanggalan saat fakih menjalani proses persidangan, pasalnya Mawardi Tarmum yang terlibat kasus serupa hanya divonis hukuman percobaan.

Koalisi partai pendukung Harun dan Fakih, menyatakan turut prihatin dengan kasus yang menimpa wakil bupati HST tersebut.

“Kami mendoakan beliau dan keluarga tabah. Kami juga meminta warga dan simpatisan tenang agar daerah kondusif serta tidak mudah terprovokasi,” kata Sekretaris Koalisi, Fathurrahman. (han)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s