Wakil Kapolres Balangan Bingung

Ibnu Sina Didesak Ungkap Sipil Bersenjata

BANJARMASIN, BPOST – Informasi adanya kelompok sipil bersenjata yang disewa perusahaan pertambangan batu bara di Balangan, memunculkan polemik.

Apalagi, anggota DPRD Kalsel yang mengungkap informasi tersebut, Ibnu Sina, hingga kemarin enggan bersikap terbuka.

Direktur Eksekutif Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), Berry Nahdian Furqon mendesak Ibnu terbuka dan berkoordinasi dengan kepolisian serta lembaga terkait untuk menyelesaikan permasalahan itu.
Pasalnya, jika informasi itu benar dan tidak segera diselesaikan, potensi terjadinya bentrokan horizontal seperti di Mesuji (Lampung dan Sumsel) serta Bima (NTB) terulang di Kalsel, cukup besar.

“Semua pihak harus dilibatkan untuk mengantisipasi hal tersebut. Jika dianggap remeh atau dibiarkan, bukan tidak mungkin kejadian seperti Mesuji dan Bima, terulang. Bahkan jika terjadi di Kalsel, dipastikan akan lebih dahsyat,” tegas Berry kepada BPost, kemarin.

Di sela-sela diskusi permasalahan agraria di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Ibnu mengungkapkan perusahaan batu bara di Balangan berinisial PT PM menyewa kelompok preman bersenjata laras panjang (tidak jelas senjata api atau senapan angin, Red) untuk mencaplok sekitar seribu hektare lahan milik rakyat sekitar.

Untuk memperkuat pernyataannya, Ibnu memperlihatkan foto aksi kelompok preman berambut gondrong dan bersenjata, yang mengintimidasi warga.

Sayang, hingga kemarin, Ibnu enggan mengungkap secara detail informasi dan foto yang dimilikinya itu. Dia berdalih, sikap tidak terbuka tersebut dilakukan untuk melindungi pemberi informasi dan foto kepada dirinya.

Menurut Berry, penjagaan kelompok bersenjata makin menegaskan bahwa industri pertambangan penuh kekerasan. “Selama lima tahun terakhir, perusahaan pertambangan melakukan hal itu. Tidak saja untuk perusahaan tambang, tapi semua korporasi seperti perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Berry yang berasal dari Banua juga mengungkapkan keberadaan kelompok bersenjata sebagai pengaman perusahaan, bukan hal baru di Kalsel. Berdasar pantauannya, beberapa perusahaan dalam korporasi selalu menggunakan cara tersebut.

Walau mereka hanya melakukan penjagaan, lanjut dia, hal tersebut bisa menimbulkan ancaman, ketidaknyamanan dan kegelisahan bagi warga sekitar.

“Juga ada pertanyaan, kalau legal dan baik-baik saja, kenapa mesti pakai keamanan bersenjata. Kalau ada, artinya ada sesuatu yang sengaja ingin ditutupi,” ucap Berry.

Dia menilai kebijakan pertambangan di Kalsel, selama ini keliru. Peraturan dan kenyataan di lapangan jauh berbeda. “Harus segera dilakukan pembenahan. Kami akan berkoordinasi dengan Walhi Kalsel untuk menyampaikan permasalahan itu ke Kemenkum HAM,” tegas Berry.

Desakan agar Ibnu terbuka juga dilontarkan Wakapolres Balangan, Kompol Matsari. Dia mengaku bingung terhadap informasi itu.

“Kira-kira kejadian itu di mana ya. Kalau bisa disebutkan, ada di daerah mana biar kami tindak lanjuti,” ucapnya.

Menurut Matsari, berdasarkan pantauan Polres saat menangani konflik lahan antara warga dan perusahaan, tidak pernah ditemukan adanya kelompok sipil bersenjata.

“Kalau benar ada preman yang bersenjata jelas akan kami tindak. Jangankan pakai senjata api menenteng senjata tajam saja pasti kami amankan,” tegas dia.

Mengenai foto sebagai bukti adanya kelompok sipil bersenjata, Matsari langsung meminta Ibnu memublikasikan agar bisa diketahui secara jelas perusahaan dan kelompok pengaman tersebut.

“Selama ini, penanganan konflik lahan selalu kami tangani sesuai prosedur. Diminta atau tidak, kami selalu cepat mengamankan potensi konflik antara warga dan perusahaan dalam sengketa lahan. Baik warga maupun perusahaan pasti kami lindungi. Kami tidak memihak,” ujarnya. (nic/has/arl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s