“Kenapa Kader PPP Ngotot?”

Koalisi Golkar-PPP Kalsel Terancam Bubar

BANJARMASIN, BPOST – Sengketa Pemilukada Balangan tidak hanya menimbulkan gonjang-ganjing politik di daerah tersebut tetapi juga di tingkat provinsi.

Koalisi dua partai besar di Kalsel, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ikut terimbas. Kongsi terancam bubar karena tindakan DPRD Balangan yang dipimpin kader PPP Zainuddin, membatalkan kemenangan pasangan Sefek Effendi-Ansharuddin (SA) pada Pemilukada 2010. Bahkan, sebelum ada keputusan resmi DPRD, Zainuddin sudah melontarkan pernyataan bahwa kemenangan SA akan dianulir.

Padahal, pada Pemilukada 2010, SA diusung oleh koalisi PPP-Golkar plus sejumlah partai lain. Koalisi serupa juga terjalin pada pemilihan gubernur Kalsel yang dimenangi pasangan H Rudy Ariffin-H Rudy Resnawan dan Pemilukada beberapa daerah lain.

Berdasar informasi yang diperoleh BPost dari sumber di DPD Partai Golkar Kalsel, partainya sempat meradang ketika Zainuddin melontarkan pernyataan ‘mosi tidak percaya’ terhadap SA.

“Seharusnya sebagai kader partai pengusung, dia mengamankan pasangan SA. Bukan bertindak seperti itu. Tentu Golkar akan melakukan evaluasi. Kami juga telah meminta keterangan dari empat kader kami di DPRD Balangan,” kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu, kemarin.

Saat menerima perwakilan kubu pesaing SA, Syarifuddin-Fachurrazi (Syafa), 18 Januari 2012 lalu, Zainuddin didampingi dua wakil ketua dan 20 anggota DPRD Balangan, menyatakan akan membatalkan kemenangan Sefek.

Janji itu dipenuhi pada 2 Februari 2012. Melalui rapat internal, Zainuddin selaku juru bicara DPRD Balangan menyatakan menganulir kemenangan SA.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPD Golkar Kalsel, Murhan Effendie tidak membantah juga tidak menyangkal terancamnya koalisi PPP-Golkar. “Kalau ada yang tidak sesuai, bisa saja pecah koalisi. Bisa saja terjadi. Terkait nasib koalisi ini, perlu juga ditanyakan kepada DPW PPP Kalsel, kenapa kadernya di Balangan ngotot seperti itu,” katanya.

Saat ini, imbuh Murhan, partainya masih melakukan penelaahan tentang sengketa Pemilukada di Balangan.

“Kami juga telah meminta penjelasan dari kader Golkar di DPRD Balangan. Selain itu, kami mengingatkan agar seluruh kader partai melaksanakan tugas dan fungsi sesuai peraturan partai. Tetap bekerja sesuai aturan, terutama terkait melengserkan kepala daerah harus mengetahui aturan dan segi kewenangan,” ucapnya.

Ada sanksi untuk mereka? Murhan tidak menjawab secara tegas.

“Kami belum mengarah menjatuhkan sanksi. Mengacu pada peraturan partai, kami sangat menyesalkan sikap mereka, tetapi yang lalu biarlah masa lalu. Ke depannya, harapannya tidak terjadi lagi. Sebagai anggota fraksi, mereka harus selalu melaporkan kegiatannya kepada partai,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris DPW PPP Kalsel, Asbullah saat dihubungi berharap koalisi bisa dipertahankan. Terkait tindakan kader PPP di DPRD Balangan, dia mengatakan keputusan itu bukan keputusan pribadi tetapi kolegial oleh anggota DPRD.

Jadi tidak pecah koalisi? “Pecah koalisi dalam rangka apa? Memang, koalisi itu dibentuk atas dasar kesamaan visi dan tujuan pandangan politik. Terkait kejadian di Balangan, kami melihat Ketua DPRD (Zainuddin) sebagai pribadi. Partai belum menerima laporan kronologinya,” katanya.

Asbullah menduga, keputusan DPRD Balangan itu diambil dalam kondisi tertekan karena saat itu massa Syafa melakukan aksi besar di Gedung DPRD.

“Saya memaklumi kondisi di Balangan saat itu dan sikap Zainudin karena situasi terdesak. Kami (PPP) tetap mem-back up Sefek sebagai bupati yang diusung bersama Partai Golkar,” tegasnya. (has)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s