Hanya Bawa Sangkur

ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Kalsel, Adhariani yakin Ibnu Sina tidak asal-asalan menyampaikan informasi secara terbuka.

Dia juga percaya foto yang diperlihatkan Ibnu adalah gambaran sebenarnya.

“Ibnu tentu tidak akan sembarangan. Foto itu didapat secara langsung dari seorang di daerah itu. Dia juga tidak akan sembarangan menunjukkan. Aku yakin sekali jika yang terjadi dan terekam oleh foto itu benar. Foto itu langsung dari masyarakat di daerah,” tegasnya, kemarin.

Adhariani menyarankan DPRD Kalsel segera membentuk panitia khusus (pansus) pertanahan untuk mengungkap temuan itu, serta 23 kasus konflik agraria di Kalsel. Selain itu, Polda Kalsel harus melakukan ‘jemput bola’, bukan menunggu laporan.

“Jangan diam saja. Apalagi perebutan lahan bukan masalah baru. Tolong jangan anggap enteng. Ini masalah serius,” tegasnya.

Sebelumnya, Pjs Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Aby Nursetyanto mengatakan jajarannya menunggu laporan untuk ditindaklanjuti. “Kalau memang benar ada, hendaknya segera dilaporkan ke polisi. Kami akan menyelidiki, kelompok itu polisi atau bukan. Sesuai ketentuan, polisi berpakaian preman tidak boleh membawa senjata laras panjang. Jika itu polisi, akan kami tindak tegas,” katanya.

Menanggapi temuan Ibnu, Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Seluruh Indonesia (ABUJAPSI) Kalsel, Jayus Kadiman menjamin kelompok sipil bersenjata itu bukan pekerja outsourcing.

Pasalnya, pekerja outsourcing yang mengamankan perusahaan tambang dan perkebunan memiliki izin resmi. Mereka juga selalu mengenakan seragam pakaian dinas harian dan pakaian dinas lapangan.

“Saya sendiri setelah membaca BPost bertanya-tanya, siapa orang sipil berambut gondrong yang memegang senjata mengamankan lokasi tambang. Saya yakin mereka bukan anggota asosiasi kami. Tidak ada pekerja outsourcing yang berambut gondrong apalagi menbawa senjata laras panjang,” ucapnya.

Menurut Jayus, saat melakukan pengamanan, pekerja outsourcing hanya bersenjata sangkur dan pentungan. Kalaupun ada yang membawa senjata api (pistol) mereka bertugas mengamankan bank.

“Itu pun tidak semuanya dan hanya bertugas di luar,” tegasnya.

Pernyataan serupa diungkapkan pemimpin perusahaan jasa outsourcing, Bina Karya Selaras (BKS), Jacky Manihin.

“Selain itu, perusahaan yang menyewa orang bersenjata, perlu dipertanyakan ada apa di perusahaan tersebut. Tugas security itu mengamankan lingkungan perusahaan. Kalau ada gangguan keamanan maka wajib berkordinasi dengan polisi,” ujarnya.

Bolehkan mereka menggunakan senjata api? “Tidak boleh pekerja outsourcing yang mengamankan perusahaan tambang atau pekerbunan dilengkapi senjata api. Walau pun mengantongi izin, tentunya ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Jacky. (has/kur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s