Water Cannon Sempat Singgah

  • Warga Balangan Beda Pendapat

PARINGIN, BPOST – Keputusan DPRD Balangan membatalkan pencalonan pasangan Sefek Effendi dan Ansharuddin dalam Pemilukada 2010, yang telah aktif sebagai bupati dan wakil bupati, mendapat komentar dari warga.

Ada warga yang mendukung, namun ada pula yang menolak putusan yang dikeluarkan Kamis (2/2) tersebut.

Zulkifli menilai keputusan dewan tergolong berani dan mengejutkan mengingat baru pertama kali terjadi di Indonesia. “Rasanya baru kali ini terjadi di Indonesia, DPRD berani membatalkan kemenangan bupati dan wakil bupati. Ini tentu saja mengejutkan,” kata pekerja swasta tersebut, Jumat (3/2).Meski demikian dia tidak bisa mengomentari apakah putusan itu sesuai atau tidak dengan ketentuan karena ia mengaku buta soal hukum dan perundang-undangan.

Sedang Haderi warga Gunung Pandau menilai putusan tersebut sudah tepat karena bernuansa politik uang. Menurut dia, meski pemilukada sudah berlangsung lama, hal itu tak menghapus pelanggaran.

“Ibarat sepakbola kalau ada tim yang bertanding dan menang lalu kemudian hari ternyata ada aturan yang dilanggar jelas kemenangannya bisa didiskualifikasi,” katanya.

Sementara Agus warga Paringin Selatan berpendapat keputusan dewan ganjil dan ada kekeliruan. “Mengutip pernyataan salah satu pengamat hukum di koran, yang melakukan politik uang kan bukan anggota tim sukses Sefek. Jadi kepada kemenangan Sefek yang dibatalkan. Inikan rancu. Seharusnya selidiki dulu ada hubungannya atau tidak,” ujar pedagang di Pasar Paringin ini.

Meski berbeda pendapat, ketiganya bersyukur tidak terjadi aksi anarkis di Balangan. “Apapun hasil yang diumumkan yang jelas Balangan dalam konsisi aman. Ini yang patut dibanggakan,” kata Agus.

Kondisi Paringin sehari pascapengumuman, mulai ramai. Warga berani keluar rumah dan ke kantor. Berdasarkan pantaun BPost, sejumlah perkantoran di lingkungan pemkab kembali dipenuhi pegawai. Hal ini berbeda dibanding Kamis lalu. Hampir semua kantor instansi sepi.

Ketidakhadiran mereka sangat wajar mengingat saat itu massa Syafa berjanji datang untuk mengawal putusan itu. Ini membuat pegawai takut.

“Kamis lalu saya sempat ikut apel dan masuk kantor tapi melihat pegawai yang lain pulang, saya juga ikut,” kata salah satu PNS yang minta namanya tidak ditulis.

Sementara meski suasana Balangan kondusif, warga di Kandangan dan Barabai sempat bingung. Itu karena rombongan mobil anggota Brimob Polda Kalsel termasuk mobil water canon melintas di wilayah mereka dengan kecepatan tinggi, Kamis malam. “Ada kejadiankah di Balangan,” tanya Roby warga Barabai ke BPost melalui SMS.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Balangan AKBP M Yudha Setyabudi mengakui kedatangan mobil rombongan Brimob ke Mapolres Balangan.

“Mereka hanya mampir. Tidak ada apa apa kok,” katanya tanpa menjelaskan lebih jauh kedatangan rombongan itu.

Sementara sehari menjelang putusan DPRD atau Rabu (1/2), Sefek tidak terlihat di kantor. “Kamis lalu beliau ada saja di kantor meski sebentar. Kalau tidak di kantor mungkin ada tugas luar. Tapi kan ada wabup dan sekda,” kata salah satu pejabat yang namanya enggan disebutkan.

Sefek dan Ansharuddin tak berhasil dihubungi. Ponselnya dalam keadaan tidak aktif. (arl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s