Anas Tinggal Menghitung Hari

JAKARTA, BPOST – Akan ada tersangka lain kasus wisma atlet setelah Angelina Sondakh. Itulah keyakinan politisi vokal Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Tersangka lain itu maksudnya adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

“Tingggal menghitung hari saja (Anas). Saya ini orang hukum, jadi apa yang sudah saya katakan, terbuktikan, hahahaha,” kata Ruhut, Jumat (3/2)Jika Angelina Sondakh selesai diperiksa dan dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP), Ruhut mengatakan calon tersangka lain segera menyusul. Kasus tersebut sebelumnya mendudukkan mantan  Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin di kursi terdakwa.

Ruhut juga sudah menasihati Anas. “Saya beberapa hari lalu ketemu Anas. Saya cipika-cipiki dengan dia. Saya sempat katakan, kalau memang tidak terlibat, lawan. Tapi, jawabannya halusinasilah, apalah,” ujarnya.

Ruhut pun kembali menegaskan Demokrat harus segera diselamatkan untuk menjaga nama baik partai untuk menghadapi Pemilu 2014.

“Hanya begundal-begundal saja di DPP Demokrat yang tak percaya omongan saya. Padahal, aku sudah kasih clue, tapi malah ditanggapi lain, malah membela membabi buta,” tegas Ruhut.

Nazaruddin, yang selalu menyebut Anas terlibat kasus wisma atlet, mengatakan ketua umum Partai Demokrat tersebut sudah seharusnya dilengserkan. “Demokrat tidak akan kiamat kalau Anas jatuh,” katanya sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Jumat.

Nazar mengaku mengikuti pemberitaan bekas partainya itu. Menurut Nazar, masalah yang tengah menimpa Anas adalah masalah pribadi, bukan masalah partai. “Masalah partai jangan disangkutpautkan dengan masalah personal” kata Nazar.

Posisi Anas di Demokrat mulai goyah setelah namanya disebut terlibat dalam sejumlah proyek pemerintah. Nazaruddin menuding Anas terlibat proyek pembangunan Stadion Hambalang, Sentul, dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Tak hanya Nazar yang menyerang Anas. Anak buah Nazar di Grup Permai, Mindo Rosalina Manulang, juga menyebut Anas sempat aktif di perusahaan mereka. Pengakuan Rosa dibenarkan terpidana kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Mohammad El Idris, yang mengaku pernah melihat Anas di Graha Permai, Casablanca, Jakarta Selatan. (tribunnews/kps)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s