KM Kannonsan Terjepit dan Tenggelam

KOTABARU, BPOST – Cuaca ekstrem di Perairan Selat Kotabaru, telah menimbulkan angin kencang disertai gelombang besar hingga mengakibatkan kecelakaan laut dan menenggelamkan kapal kargo KM Kannonsan, Selasa (31/1) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Kapal bermuatan 800 ton (1.600 sak) semen itu mengalami kebocoran di bagian lambung setelah berbenturan dengan KM Taruna Putra III dan KM Permata Abadi.

Seluruh awal kapal KM Kannonsan sebanyak 13 orang berhasil dievakuasi oleh petugas Satpolair.

Menurut informasi, kejadian berawal ketika M Taruna Putra III yang berlabuh jangkar di selat Kotabaru hanyut diterjang badai sehingga jangkar terlepas.

Kapal kemudian terombang-ambing dan terseret arus deras. Kerasnya embusan angin menyebabkan KM Taruna Putra III hanyut terbawa arus tanpa bisa dikendalikan hingga akhirnya membentur KM Kannonsan yang juga berlabuh di kawasan itu.

Benturan keras yang diakibatkan terjangan badai itu menyebabkan KM Kannonsan ikut hanyut terbawa arus, berdempetan dengan KM Taruna Putra III.

Kedua kapal akhirnya membentur KM Permata Abadi yang juga sedang lego jangkar di perairan itu.

Diduga, akibatnya benturan keras dengan kedua kapal tersebut, KM Kannonsan yang berada di tengah, mengalami sobek di bagian lambung tengah, sedangkan KM Taruna Putra III penyok di lambung belakang.

Akibat kebocoran itu, KM Kannonsan akhirnya tenggelam. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi petugas Polair Kotabaru.

“Sudah seminggu kami labuh jangkar. Beberapa hari sebelumnya juga terjadi angin kencang, tapi kapal tidak hanyut. Baru kemarin, jangkar tidak bisa menahan tiupan angin,” ujar Mualim satu KM Taruna Putra III, Zainuddin, Rabu (1/2).

Zainuddin mengaku, akibat kencangnya terjangan angin, dia tak sempat meminta ABK menurunkan jangkar tambahan. “Seandai sempat, mungkin kapal tidak hanyut,” katanya.

Kasubsi Penjaga dan Penyelamat (Gamat) Adpel Kotabaru, Rahmad Jayadi, mengatakan mereka telah menandai titik koordinat tenggelamnya KM Kannonsan.

“Lokasi tenggelamnya kapal telah diberi tanda, karena selat ini adalah jalur kapal besar melintas,” katanya. (sah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s