IPS Jeblok, IPA Lumayan

Soal Try Out Bingungkan Siswa

BANJARMASIN, BPOST – Ini warning bagi siswa dan pengajar di sekolah menengah atas (SMA). Hasil try out SMA di Banjarmasin yang dilaksanakan pada 24 Januari – 26 Januari 2012, jauh dari memuaskan.

Berdasar hasil Try out yang dilaksanakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Banjarmasin, siswa yang berhasil meraih nilai standar cukup merisaukan. Siswa jurusan IPS, misalnya. Siswa IPS yang berhasil memenuhi nilai standar yakni 5,5 jumlahnya tidak sampai 30 persen.

Dari 1.863 siswa jurusan IPS, sebanyak 1.315 siswa (70,58 persen) tak mampu memenuhi nilai standar yang ditentukan. Hanya 548 siswa (29,42 persen) yang mampu memenuhi nilai akhir lebih atau sama dengan 5,5.

Hal ini berbanding terbalik dengan jurusan IPA. Dari 1.814 siswa, sebanyak 1.035 siswa (57.06) berhasil mendapatkan nilai akhir lebih atau sama dengan 5,5. Sementara yang tidak berhasil sebanyak 779 siswa. Terdiri dari 26 siswa (1,43 persen) meraih nilai lebih atau sama dengan 5,5, dan 753 siswa (41,51 persen) mendapat nilai kurang dari atau sama dengan 5,5.

M Jaya Saputra, siswa kelas XII IPS 1 SMAN 1 Banjarmasin mengaku sempat kesulitan menjawab soal mata pelajaran sosiologi. “Jawaban yang disediakan dalam bentuk pilihan ganda, sangat membingungkan, dan sulit ditebak,” tutur perain nilai tertinggi dengan nilai akhir 7,34, Senin (1/2).

Setiawan, siswa kelas XII IPS 3 SMAN 6, pun mengamini. Kata dia, soal-soal yang keluar banyak dari kelas XI dibanding kelas XII. Padahal, sebut dia, dari pengayaan pelajaran yang dilakukan di sekolah masih memprioritaskan soal-soal kelas XII.

“Soal kelas XII sedikit. Paling banyak 10 soal, selebihnya materi kelas XI,” sungutnya.

Dia juga mengaku bingung materi soal geografi yang banyak kata-kata asing. “Terus terang, kata-kata asing itu jarang muncul dan didengar siswa. Itu sangat menyulitkan kita mengerjakannya,” imbuhnya.

Kesulitan menjawab materi soal juga dialami Kurnia, siswa kelas XII IPA2 SMA7. Dia mengaku dari keseluruhan materi pelajaran yang diujikan, mata pelajaran kimia dan fisika yang dirasa sulit. Meski telah mempelajari buku soal-soal, namun karena banyaknya rumus dan hitungan, membuat Kurnia bingung.

Apalagi, sebut dia, mata pelajaran fisika dan kimia dijadwalkan berbarengan. Padahal, keduanya dirasa sulit. “Barengan satu hari, makanya sulit. Padahal, sudah latihan di buku-buku soal,” ujarnya.

Mempersiapkan ujian resmi (Ujian Nasional), sejumlah siswa yang ditemui BPost, kemarin, mengaku akan lebih menambah frekuensi belajar. Saat ini, hampir seluruh waktu siswa kelas XII diharuskan oleh pihak sekolah mengikuti pengayaan materi pelajaran.

Selain pengayaan dan bimbingan belajar di sekolah, tidak sedikit siswa terpaksa frekuensi belajar dengan mengikuti bimbingan belajar di lembaga-lembaga pendidikan nonformal. “Selama empat hari dalam seminggu (Senin-Kamis) saya mengikuti bimbangan belajar di lembaga yang mengadakan kegiatan itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Marwani mengaku menerima banyak keluhan siswanya di kelas IPS atas materi soal dalam try out yang dominan dari kelas XI . “Ya, salah satu faktornya itu yang membuat anjlok nilai siswa. Selain juga karena persiapan yang belum maksimal,” ujarnya.

Meski begitu, sebut mantan kepala SMAN 3 ini, dengan hasil tersebut pihak sekolah bisa lebih bersiap-siap melakukan pembahasan soal. “Soal apa saja yang diperkirakan sulit dikerjakan siswa, akan dibahas oleh guru-guru,” ujarnya.

Ketua MKKS Banjarmasin Chairil Anwar mengatakan, hasil dari try out bisa dijadikan acuan untuk persiapan UN ke depan. Menurut dia, keberhasilan kelas IPA masih lumayan, sedangkan kelas IPS masih jauh tertinggal.

“Dengan hasil yang ada, kita imbau agar para guru bisa membina lebih intens. Mempelajari kembali soal-soal mana yang tidak bisa dijawab,” ujarnya.

Kadis Pendidikan Kota Banjarmasin Hesly Junianto mengatakan hasil try out merupakan evaluasi seberapa jauh penyerapan siswa atas pelajaran yang disampaikan guru-guru. Dengan hasil ini, dia meminta pihak sekolah bekerja lebih keras lagi untuk menyukseskan UN pada April 2012 nanti.

“Kinerja harus all out, untuk menyukseskan UN April nanti,” pungkasnya.

Kepala Cabang Ganesha Operation (GP) Banjarmasin dan Banjarbaru, Sumadi, hasil try out itu berdasar pemeriksaan IT langsung dari Bandung. Menurut dia, soal-soal yang diberikan sudah sesuai kisi-kisi penyusunan materi UN yang diterbitkan Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

Sumadi menepis banyak kesalahan lantaran dalam pembulatan lembar jawaban komputer. “Secara umum, pembulatan pada lembar jawaban sudah sesuai standar, dan bisa terlihat oleh scanner,” cetusnya.

Para siswa SMA kelas akhir dijawabkan masih akan menghadapi try out pada 6 Februari-9 Ferbruari 2012 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel. (dia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s