Rumdin Sefek Dikelilingi Polisi

  • Kubu Syafa Tebar Ancaman
  • Massa Tandingan Siap Turun

PARINGIN, BPOST – Khawatir terjadi seperti Bima, NTB dan Pangkalanbun, Kalteng, aparat kepolisian di Kabupaten Balangan, Kalsel, bersiaga penuh. Kediaman Bupati Sefek Effendi dan Wakil Bupati Ansharuddin, dijaga ekstra ketat.

Pantauan BPost, Selasa (31/1), tidak sembarang orang bisa dengan leluasa keluar masuk ke rumah dinas bupati. Warga yang ingin menemui bupati atau penghuni di rumah dinas itu harus menjalani pemeriksaan ekstra ketat dari petugas kepolisian dan Satpol PP.Pengetatan penjagaan oleh aparat kepolisian juga dilakukan di kediaman Ketua DPRD Balangan Zainuddin. Ratusan polisi bersenjata otomatis juga terlihat menjaga kantor bupati, kejaksaan negeri, dan kediaman para pejabat Pemkab di Gunung Pandau, Paringin.

Berdasar pantauan BPost, Selasa (31/1), warga yang bukan kompleks ‘Garuda Maharam” tidak mudah masuk. Mereka harus menjalani pemeriksaan beberapa kali dan ditanya maksud dan tujuannya oleh aparat. Sebanyak satu peleton petugas disebar di sekitar kompleks Garuda Maharam.

Kesiagaan aparat keamanan itu menyusul semakin memanasnya suhu politik di Balangan,  menjelang diumumkannya sikap DPRD terhadap sengketa Pemilukada 2010 silam. Kubu Syafaruddin-Fachrurazi (Syafa) disebut-sebut menebar ancaman melakukan aksi massa. Beberapa waktu sebelumnya kubu  dari calon independen yang kalah dalam Pemilukada, itu melakukan aksi massa dengan merusak beberapa fasilitas di kantor DPRD.

Itu sebabnya, Polres Balangan yang tidak ingin ‘kecolongan’, menerjunkan ratusan aparatnya  untuk menjaga sejumlah fasilitas vital di daerah tersebut. “Mulai hari ini (Selasa, 31/1), kita menyiagakan petugas di beberapa obyek vital,” kata Kapolres Balangan Ajun Komisaris Besar Polisi M Yudha Setyabudi.

Warga Balangan, khususnya para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkab pun dibuat khawatir beredarnya ancaman aksi massa yang dilayangkan tim Syafa. Mereka takut kantor tempat mereka bekerja menjadi sasaran aksi massa.

“Kami takut, apalagi bila melihat berita di televisi aksi demo selalu berujung dengan kekerasan,” tutur, Ayu salah satu PNS.

Meski begitu, Ayu mengaku akan tetap masuk kantor pada Kamis (2/2) nanti, kecuali ada instruksi dari atasannya. “Saya akan tetap masuk. Kalau ada instruksi dari atasan untuk pulang, maka saya akan pulang cari aman,” imbuhnya.

Khawatiran juga dirasakan PNS yang berada di lingkungan Sekretariat DPRD Balangan. Mereka takut aksi massa akan berubah jadi kekerasan.  “Kemarin saat unjuk rasa, PNS perempuan disuruh pulang. Mungkin yang kedua ini lebih banyak jadi mengkhawatirkan,” pungkas salah satu staf di sekretariat DPRD Balangan.

Sebanyak 500 ratus personel polisi khusus disiapkan menjaga gedung DPRD Balangan.  Soalnya, gedung rakyat bakal menjadi titik utama berkumpulnya ribuan demonstran pendukung Syafaruddin-Fachrurazi (Syafa). Para demonstran ngeluruk ke gedung rakyat untuk mengawal putusan dewan terkait sengketa pemilukada.

Kapolres AKBP M Yudha Setyabudi mengaku sudah menerima surat pemberitahuan pengamanan dari kubu Syafa. “Surat pemberitahuan sudah masuk dan kita siap mengamankan aksi massa yang datang ke gedung DPRD Balangan,” ujarnya.

Tidak hanya para pendemo pendukung Syafa. Kabarnya, ratusan massa tandingan disebut-sebut bakal turun melakukan aksi yang sama. Tidak jelas, massa ini apakah pendukung kubu Sefek-Anshar. Namun, Yudha mengaku sudah mendapat informasi bakal turunnya massa tandingan ke gedung DPR.

Awalnya, sebut kapolres,  massa tandingan itu akan turun ke jalan karena tidak ingin para pendukung Syafa membawa-bawa nama masyarakat Balangan. Mereka tidak terima sebagai warga Balangan. “Setelah kita bujuk, massa tandingan siap membatalkan aksinya,” cetus Yudha.

Personil yang dilibatkan kata Yudha terdiri dari 221 Peronil Polres Balangan, 180 personil dari HSU, HST dan Tabalong serta 90 personil Kodim Amuntai dan 30 anggota Satpol PP Balangan.

“Mereka dipusatkan menjaga gedung DPRD Balangan, kantor bupati dan Kejaksaan Negeri Paringin,” tambahnya.

Yang jelas, massa pendemno tidak diperbolehkan masuk ke dalam halaman gedung DPRD. Hal itu lantaran pada aksi sebelumnya massa sempat melakukan hal hal yang tidak terpuji. “Jadi besok, massa tetap di luar pagar gedung DPRD agar aksi berjalan tertib,” kata Yudha.

Apapun keputusan yang disampaikan DPRD Balangan, dia berharap massa menerimanya dan mengurungkan niat bertindak anarkis. Jika aksi massa melampaui batas hukum, petugas akan melakukan tindakan tegas sesuai prosedur hukum. “Mereka anarkis, kita bertindak tegas,” tandas Yudha.

Syafa Siap

Kubu Syafa mengaku siap meneirma putusan yang disampaikan DPRD Balangan pada Kamis besok. “Tapi, kami berharap putusan itu berpihak pada rakyat dan sesuai UU yang berlaku. Jangan melenceng,” tandas Syarifuddin.

Mengenai massa yang datang Syarifuddin menjelaskan itu bukan wewenangnya karena massa datang atas kemauan sendiri bukan undangan pihaknya.

Koordinator aksi Suhardi menambahkan massa datang hanya untuk mencari keadilan atgas putusan itu. “Bila putusan itu tidak sesuai, saya tidak bisa menjamin massa akan bertindak apa karena, bukan wewenang saya lagi,” cetusnya. (arl)

Sengketa Pemilukada Balangan

2 Juni 2010: Pemilukada diikuti 3 pasangan; Syarifuddin-Fahrurazi (Syafa), Murjani H-Harnan Humaidi (MH), Sefek EffendiAnsharuddin (SA)
6 Juni 2010: KPU mengumumkan hasil pemungutan suara. Syafa meraih 14.243 suara (24,36 %), MH didukung 4.509 suara (7,71 %), SA mendapat 39.713 suara (67,93 %)
13 Agustus 2010: SA dilantik Gubernur Kalsel Rudy Ariffin sebagai bupati-wakil bupati Balangan 2010-2015. Kubu Syafa menggugat SA karena diduga melakukan politik uang.
12 Januari 2012: PN Amuntai menjatuhkan vonis 4 bulan dan denda Rp 3 juta untuk Syahril yang terbukti melakukan politik uang dalam Pemilukada. Buktinya, uang Rp 250 ribu dan kartu nama bergambar pasangan SA.
18 Januari 2012: Ketua DPRD Balandan Zainuddin menyatakan kemenangan SA bisa dibatalkan. DPRD akan mengeluarkan surat keputusan pembatalan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s