Anggaran 4 RSBI Disetop

BANJARMASIN, BPOST – Sorotan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalsel terhadap pelaksanaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), membuat pengelola SMPN 1 Banjarbaru resah.

“Beritanya tidak salah, tapi mungkin itu di sekolah lain. Kalau di SMPN 1 Banjarbaru program RSBI berjalan dengan baik. Kami siap kalau memang mau dilihat dari dekat,” ujar konsultan RSBI SMPN 1 Banjarbaru, Hesty Heryani, Selasa (31/1).
Dosen Unlam itu datang ke BPost bersama Koordinator RSBI SMPN 1 Banjarbaru, Fakhriati, dan salah seorang perwakilan komite sekolah setempat.

“Kami datang ke sini supaya Pak Gubernur tidak kecewa bahwa tidak semua RSBI di Kalsel gagal. SMPN 1 Banjarbaru adalah salah satu contoh yang sukses,” ujarnya penuh semangat.

“Tahun depan, sebagaimana target Mendikbud, kami optimistis bisa naik menjadi SBI. Saat ini apa yang kurang selalu kami benahi. Sangat disayangkan kalau semua kerja keras dan upaya kami meningkatkan kualitas pendidikan ternyata program ini dihapuskan. Jelas ini sebuah kemunduran,” ujarnya.

Disinggung tentang adanya pungutan SPP, Fakhriati tidak menampiknya. Menurutnya, hal itu dilakukan karena memang ada aturannya.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Martapura, H Busra, mengakui pernah diberitahun kalau status sekolah mereka tak lagi RSBI. Namun dia memperkirakan, kabar itu terkait dihentikannya bantuan untuk beberapa sekolah yang menyandang status RSBI.

“Memang sejak 2010 lalu SMAN 1 Martapura dan SMAN 1 Banjarbaru sudah tidak lagi mendapat kucuran dana dari APBN sebesar Rp500 juta tiap tahun. Tapi itu bukan berarti status RSBI dicabut,” ujarnya.

Dia juga tak mempermasalahkan hal tersebut, karena Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang menghentikan bantuan kepada seluruh RSBI yang masanya sudah lebih dari lima tahun.

“Untuk Kalsel ada empat sekolah yang dihentikan, yakni SMAN 1 Martapura, SMAN 1 Banjarbaru, SMAN 1 Banjarmasin dan SMAN 7 Banjarmasin. Kesemuanya sudah lebih dari lima tahun menyandang RSBI,” kata dia.

Sebagai gantinya, lanjutnya, sekolah mereka mendapat bantuan anggaran dari APBD. “Tapi besarannya lebih kecil, yakni Rp 200 juta,” ujar dia.

Terpisah, PGRI Kalsel tetap kukuh agar pemerintah menindaklanjuti hasil evaluasi penyelenggaraan RSBI yang dinilai gagal.

“Sudah disampaikan ke pemerintah, dalam hal ini Kemendiknas, terkait saran dan keberatan dari pihak PGRI mengenai RSBI,” tegas. Ketua PGRI Kalsel, H Dahri, Selasa (31/1).

Untuk itu, kini dari PGRI termasuk PGRI Kalsel tinggla menunggu hasil tinjau dan langkah dari Kemendiknas. “Pemerintah juga sudah menyadari sendiri, menunggu hasil dari yang kami (PGRI) sampaikan saja ke Kemendiknas saja,” katanya.

Pihak PGRI Kalsel pun, disampaikan H Dahri sudah berupaya melakukan langkah terus mengimbau agar para guru memanfaatkan tunjangan profesi itu dengan maksimal. (ais/nic/kur)

2 thoughts on “Anggaran 4 RSBI Disetop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s