Warga Nyaris Bentrok dengan Kontraktor

KOTABARU, BPOST – Sejumlah warga nyaris bentrok dengan kontraktor yang menggarap peningkatan jalan, Minggu (29/1). Warga yang telanjur emosi, adu mulut dengan kontraktor dan nyaris bentrok fisik.

Warga kecewa karena peningkatan jalan sepanjang 20 kilometer dari Desa Tanjung Batu, Kecamatan Kelumpang Tengah hingga Pudi, Kecamatan Kelumpang Utara, Kotabaru tidak beres.Warga juga marah karena pengerjaan proyek itu dinilai asal-asalan, dan bahan yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Baru saja kami perang mulut dengan kontraktor. Bagaimana kami tidak emosi, kalau batu yang digunakan asal-asalan,” kata Sekretaris Desa Senakin Seberang, Misliansyah.

Ia dan warga marah karena laporan mereka ke Pemkab Tanahbumbu dan DPRD tidak mendapat tanggapan yang layak. Menurutnya, proyek yang digarap sejak 15 Desember itu tidak transparan karena tidak dilengkapi papan/plang proyek. “Proyek itu bukan memperbaiki, tapi malah menghancurkan jalan desa kami,” kata Misliansyah.

Keluhan tersebut juga disampaikan Kepala Desa Sungai Punggawa, M Zaini. Menurut dia, perbaikan jalan sepanjang 20 kilometer dari Desa Tanjung Batu ke Desa Pudi, termasuk Desa Punggawa, ditengarai bermasalah.

Selain material (batu) tidak sesuai spesifikasi, pekerjaan itu juga tidak diketahui camat setempat, dan rencana anggaran biaya (RAB) tidak diketahui. “Saya pernah minta RAB proyek itu, tapi kontraktor bilang tidak ada,” kata Zaini.

Parahnya lagi, proyek yang tidak diketahui waktu pelaksanaan dan biayanya itu, kata Zaini, oleh kotraktor yang tak jelas namanya itu, pengerjaannya disubkan lagi kepada kontraktor lain.

“Pada proyek kecil saja, warga harus pasang plang proyek, seperti PNPM, Pamsimas dan Gapuran. Tapi ini proyek besar tanpa plang,” ucapnya.

Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK), Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air, M Ramli mengatakan, pengerjaan
peningkatan jalan Tanjung Batu-Pudi itu dilakukan PT Trisaksi Manunggal Perkasa Nasional.

Menurut dia, pengerjaan proyek sejak 15 Desember 2011 itu baru mencapai 30 persen. Untuk itu, intansinya telah mengagendakan denda.

“Kontrak tidak kita putus seperti tertuang dalam kontrak perjanjian. Karena sanksinya hanya cacat waktu, bukan cacat janji,” ujar Ramli.

Ditanya proyek tanpa plang, Ramli membantahnya, sebab proyek tersebut bernilai besar, Rp 5 miliar. “Ada plangnya, tapi saya tidak tahu dimana kontrator memasangnya. Soalnya plang itu sudah diambil dari Dinas Binamarga,” katanya. (BPost)

2 thoughts on “Warga Nyaris Bentrok dengan Kontraktor

  1. bos tolong koreksi kelumpang utara masuk wilayah pemkab Kotabaru bukan pemkab Tanah Bumbu terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s