Kalsel Lolos Amukan Iggy

BANJARBARU, BPOST – Ini peringatan bagi warga Kalsel yang hendak bepergian menggunakan jalur laut. Meski tidak separah provinsi lain, namun gelombang di Perairan Kalsel, bisa mengganggu moda transportasi air.

Kondisi itu merupakan dampak badai tropis Iggy yang menyerang Indonesia sejak empat hari lalu. “Ketinggian gelombang mencapai 3,5 meter. Badai itu masih berlangsung hingga Senin (30/1) bahkan Selasa (31/1),” kata Forecaster Stasiun Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika) Syamsudin Noor, Cucu Kusmayacu kepada BPost di Banjarbaru, Minggu (29/1).

Diungkapkan Cucu, Badai Iggy adalah siklon tropis berupa tekanan udara rendah yang terjadi di perairan Samudera Hindia,  persisnya di sebelah barat perairan Australia. Tekanan udaranya, mencapai 997 milibar. Dampak dari tekanan udara di Samudera Hindia ini, menyebabkan gerakan angin mengalir dari daerah Barat Laut atau daerah Laut Cina Selatan menuju Tenggara.

Di daerah lain, badai tersebut menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem. Akan tetapi, Cucu memastikan kawasan Kalsel tidak terlalu terpengaruh karena tidak dilewati pergerakan badai tersebut.

“Badai Iggy memang menyebabkan hujan disertai angin kencang dan guntur. Namun, untuk Kalsel tidak terlalu besar pengaruhnya. Hujan disertai angin di Kalsel masih tergolong rendah,” ucap Cucu.

Pergerakan Badai Iggy di Jawa-Bali, memang sangat ekstrem. Selama empat hari, Rabu-Minggu (25-29/1) sebanyak 14 orang tewas disapu badai tersebut. Belum lagi puluhan bahkan ratusan ribu nelayan yang tidak berani melaut.

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, Posko BNPB mencatat 35 kabupaten/kota di Jawa-Bali diterjang puting beliung akibat pergerakan Badai Iggy. “Selain korban tewas ada 60 orang terluka dan 2.364 rumah rusak,” kata dia.

Korban meninggal akibat tertimpa pohon tumbang akibat angin ribut, yaitu 3 orang di Tabanan (Bali), 3 orang di Purbalingga (Jateng), 2 orang di Kediri (Jatim) dan 2 orang di Banyumas (Jateng). Sedangkan di Jakarta, Wonosobo (Jateng), Ciamis (Jabar), dan Pasuruan (Jatim) masing-masing seorang tewas.

Berdasarkan jumlah kerusakan rumah, yang terparah di Kepulauan Seribu (Jakarta), Banyumas (Jateng), Banjarnegara (Jateng), dan Situbondo (Jatim).

”Serangan puting beliung yang massif tersebut sangat dipengaruhi oleh siklon tropis Iggy di selatan Nusa Tenggara dan Bali,” katanya.

Badai tropis Iggy terbentuk pada Kamis (26/1) pukul 08.00 Wita. Lokasi pembentukannya 1.080 kilometer barat daya Denpasar, Bali.

“Saat ini, cuaca ekstrem yang terjadi berupa angin kencang dengan sedikit hujan, kecuali di wilayah NTB dan NTT. Selain karena siklon tropis Iggy, juga terdapat pusat tekanan rendah di perairan utara Australia,” kata Kepala Subbidang Siklon Tropis BMKG Pusat, Fachri Radjab.

Sedangkan lembaga pengamat cuaca di Perth, Australia, menyatakan, siklon Iggy pada Kamis itu memiliki kecepatan angin maksimum 75 kilometer per jam.

Kecepatannya diperkirakan terus bertambah. Bahkan, kemarin mencapai 165 kilometer per jam. Imbasnya, ketinggian gelombang laut bisa mencapai 4-6 meter, khususnya di Samudera Hindia.

Gelombang setinggi itu diprediksikan melanda Laut Timor, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Arafuru, dan Laut Cina Selatan. Angin dengan kecepatan di atas 36 kilometer per jam diperkirakan terjadi di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan wilayah Nusa Tenggara. Angin kencang tersebut juga melanda wilayah perairan di Laut Jawa.

Sampai kapan Iggy ‘mengamuk’ di Indonesia? Fachri memperkirakan hingga Senin (6/2). “Meskipun tidak bersamaan dengan pasang air laut, dampak siklon berupa banjir harus tetap diwaspadai,” kata Fachri. (wid/kps/tribunnews)

3 thoughts on “Kalsel Lolos Amukan Iggy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s