Uji Coba UN Diikuti Analisis Materi

Oleh: Sutikno SPd

Agenda dinas pendidikan dan sekolah melaksanakan uji coba Ujian Nasional (UN) untuk membekali siswa memahami model soal sekaligus mengukur kompetensi mereka.

Harapannya adalah ketika ujian nasional sesungguhnya mereka memiliki kemampuan menjawab soal dengan baik, sehingga akan meraih hasil baik dan tentunya adalah lulus.

Untuk tahun ini uji coba ujian nasional jenjang SMA di Kota Banjarmasin dilaksanakan dua kali, yang pertama dikelola lembaga koordinasi SMA Kota Banjarmasin 24 – 26 Januari 2012 dan yang kedua dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, 6 – 8 Pebruari 2012.

Pelaksanaan uji coba di sekolah secara umum didesain seperti layaknya ujian nasional, di mana satu ruang diisi maksimal 20 peserta didik dan diawasi dua pengawas ruang. Sementara untuk membangun keseriusan peserta didik menjawab soal, maka hasil uji coba dijadikan bagian dari proses nilai rapor semester 2.

Hal ini dimungkinkan karena mereka tidak akan mengikuti ulangan akhir semester 2 (ulangan kenaikan kelas). Meskipun hal ini masih debatable, tetapi setidaknya langkah itu yang paling efektif diterapkan demi kualitas uji coba.

Namun demikian, tak bisa dipungkiri masih ada sekolah yang melaksanakannya . sekedar formalitas, artinya karena sudah menjadi program yang penting laksanakan saja. Mengenai bagaimana pelaksanaannya tidak begitu diperhitungkan dengan matang.

Inilah yang terkadang masih menjadi kendala sehingga uji coba hanya dipandang sebagai upaya penyelesaian program semata tanpa menyentuh tujuan hakikinya.

Hal ini perlu dibenahi melalui komitmen bersama antara dinas pendidikan dengan sekolah, untuk menjadikan ujicoba sebagai sarana mempersiapkan peserta didik menghadapi ujian nasional dan hasilnya dijadikan bagian dari proses nilai rapor semester 2.

Di sisi lain khususnya bagi guru, hasil uji coba dapat dijadikan barometer untuk mengetahui tingkat pencapaian peserta didik terhadap Standar Kompetensi-Kompetensi Dasar (SK-KD) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang merupakan standar minimal kelulusan.

Dari hasil itu guru selanjutnya dapat memetakan materi-materi mana yang sudah dikuasai dengan baik siswa dan materi-materi mana yang masih sulit. Atas dasar itu guru dapat melakukan tindak lanjut dalam proses pembelajaran atau pengayaan.

Untuk mengetahui informasi tersebut yang sangat diperlukan adalah hasil analisis soal uji coba. Hasil analisis soal ini akan menginformasikan tingkat kesukaran soal dengan melihat berapa persen peserta mampu menjawab setiap item soal dengan benar.

Mempersiapkan spikis peserta didik untuk siap mengikuti ujian nasional penting, mengetahui nilai yang diraih peserta didik juga penting, tetapi yang paling penting dari pelaksanaan ujicoba adalah diperolehnya hasil analisis soal yang akan menggambarkan penguasaan materi.

Melalui hasil analisis soal tersebut guru-guru di sekolah yang merupakan instruktur dalam program pengayaan atau belajar tambahan (les) bagi kelas XII untuk jenjang SMA/SMK atau sederajat akan memiliki pedoman jelas tentang materi-materi mana yang masih perlu pendalaman dan yang tidak perlu.

Dengan demikian program pengayaan akan lebih efektif dan efisien.

Penjelasan secara mudahnya adalah sebagai berikut, dari 40 atau 50 soal ujicoba untuk mata pelajaran X, ada 10 – 20 soal yang hanya mampu dijawab benar oleh lima sampai 10 persen peserta ujicoba.

Sementara soal-soal yang lain rata-rata sudah mampu dijawab benar oleh 90 persen peserta didik. Itu artinya instruktur program pengayaan di sekolah tinggal melihat materi apa saja yang berkaitan dengan 10 – 20 soal tersebut.

Materi-materi itu yang perlu dibahas dan diperdalam karena termasuk materi-materi yang masih sangat sulit dipahami atau dikuasai siswa. Melalui model ini pelaksanaan program pengayaan akan lebih terfokus dan terarah serta lebih efektif.

Namun bila hasil analisa soal uji coba tidak sampai ke sekolah atau ke tangan guru, dapat dipastikan bahwa program pengayaan akan berjalan seperti biasa, yaitu semua materi dari kelas dari kelas terendah sampai kelas tertinggi disampaikan kembali kepada peserta didik tanpa ada penekanan yang jelas.

Pada akhirnya yang muncul adalah program pengayaan sudah dilaksanakan atau dijalankan sesuai jadwal, kalau mau tahu hasil tunggu saja nanti.

Tentu hal ini tidak kita harapkan, karena dengan dana yang begitu besar kita tidak mampu mengetahui peta kemampuan peserta didik secara detil, selain si A dapat nilai 40, si B dapat nilai 90, si C dapat nilai 75.

Alangkah indahnya bila uji coba yang dilaksanakan dengan biaya besar dilengkapi hasil analisis soal sebagai bentuk kontribusi sekolah untuk melaksanakan program pengayaan.

Dengan demikian tujuan lulus UN 100 persen dengan nilai yang sangat baik serta ditunjang oleh kejujuran dapat dicapai. Apabila hasil analisis soal dapat direalisasikan dan akan bermanfaat sangat besar apabila diperoleh jauh sebelum pelaksanaan ujian nasional, sehingga tindak lanjut dapat dilakukan optimal.

Tetapi apabila hasil soal diperoleh sekolah menjelang ujian nasional, maka informasi tersebut tidak berarti apa-apa bagi program pengayaan karena waktu pelaksanaan program pengayaan dipastikan sudah berakhir.

Penulis adalah Guru SMAN 6 Banjarmasin

One thought on “Uji Coba UN Diikuti Analisis Materi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s