DPRD Goyang Sefek Effendi

PARINGIN, BPOST – Sengketa Pemilukada di Balangan, bakal kian ‘memanas’. Meski secara lisan, DPRD setempat menyatakan kemenangan Sefek Effendi-Ansharuddin (SA) dalam Pemilukada 2010 akan dibatalkan.

Pendapat DPRD itu didasarkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Amuntai yang menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara dan denda Rp 3 juta untuk Syahril.Majelis hakim menilai Syahril terbukti melakukan politik uang dalam Pemilukada Balangan. Barang buktinya adalah uang Rp 250 ribu dan kartu nama bergambar pasangan SA.

TERTAHAN

Adalah Ketua DPRD Balangan, Zainuddin didampingi Wakil Ketua H H Yusuf dan HM Hatta serta 20 anggota DPRD –dua orang tidak datang– yang mengucapkan janji itu di depan 20 perwakilan kubu Syafa (Syarifuddin-Fachrurazi) di Gedung DPRD, Rabu (18/1). Syafa adalah pesaing SA dalam Pemilukada 2010. Mereka maju melalui jalur independen.

Menurut Zainuddin, DPRD segera mengeluarkan surat keputusan yang membatalkan kemenangan SA dan mendukung upaya kubu Syafa mencari keadilan.

“Keputusan ini merupakan putusan bersama DPRD setelah melakukan perundingan,” katanya.

Semula, Zainuddin meminta waktu 10 hari kerja untuk menyusun surat keputusan sembari mempelajari putusan PN Amuntai yang diajukan kubu Syafa dalam aksi yang diikuti ribuan orang tersebut. Akan tetapi, permintaan itu ditolak.

“Waktu sepuluh hari kerja yang dijanjikan terlalu lama. Kami meminta permasalahan ini cepat diselesaikan karena menjadi perhatian publik. Lebih baik, sepakati lima hari kerja saja dan sebutkan sampai tanggal berapa,” kata Fachrurazi.

Setelah melalui perdebatan, akhirnya disepakati surat keputusan DPRD akan dikeluarkan dalam jangka waktu 10 hari (bukan hari kerja yang memiliki hari libur bagi anggota DPRD) sejak kemarin.

Meski bisa menerima kesepakatan itu, Tim Sukses Syafa, Suhardi mengaku belum puas karena DPRD tidak langsung mengeluarkan surat keputusan pembatalan.

“Kehadiran kami di sini (gedung DPRD) inginnya ada keputusan. Namun saat ini hanya pernyataan. Kami akan terus berjuang,” katanya.

Persoalan lain terungkap dalam pertemuan itu. Yakni, adanya upaya banding yang diajukan Syahril, padahal saat ditanya majelis hakim dalam sidang, dia menyatakan bisa menerima hukuman untuk dirinya.

Adanya upaya banding itu juga diungkapkan Zainuddin. Dia mengaku menerima surat pemberitahuan permohonan banding. Informasi itu sontak mengejutkan kubu Syafa.

Mereka menyatakan akan mempertanyakan masalah itu ke lembaga-lembaga penegak hukum.

“Ini kan aneh, Syahril yang sudah menerima putusan PN Amuntai kok tiba-tiba dia mengajukan banding,” ucap Suhardi.

Sedangkan Syarifuddin berharap DPRD konsisten dengan ucapannya. Pasalnya, keputusan DPRD sangat penting bagi kubunya untuk mencari keadilan. Menurut dia, DPRD memiliki kewenangan membatalkan hasil pemilukada karena dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 Pasal 11 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

“Di situ (peraturan pemerintah) jelas yang berwenang adalah DPRD tapi kami memberikan kesempatan kepada mereka sesuai waktu yang disepakati,” tegas Syarifuddin.

Saat dihubungi, Sefek mengatakan tidak terlalu mempermasalahkan pernyataan yang dikeluarkan DPRD Balangan.

“Pernyataan DPRD saya nilai cukup bagus. Wajar DPRD meminta waktu karena permasalahan ini perlu dikaji lebih jauh agar tidak terjadi masalah,” ujar Sefek.

Dia juga menilai pembatalan hasil pemilukada sudah terlambat. “Pembatalan itu seharusnya dilakukan saat pemilihan lalu. Kalau sekarang ceritanya sudah tamat,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Sefek menegaskan berdasar UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pembatalan hanya bisa dilakukan Mahkamah Konstitusi (MK). Itu pun jika pemenang pemilukada tersandung masalah hukum.

Ketua Tim Sukses SA di Pemilukada 2010, M Yusuf enggan berkomentar.

“Nanti kalau saya berkomentar bisa-bisa memperkeruh suasana. Biarlah semua berjalan. Biar waktu yang menjawab,” kata Ketua DPD Partai Golkar Balangan ini.

Apakah Syahril adalah anggota tim sukses SA? “Saya tidak tahu persis soal itu,” ucapnya.

Sedangkan Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel, Murhan Effendie mengatakan, sebagai parpol pengusung, partainya berharap Sefek bisa memimpin Balangan hingga akhir masa jabatan.

“Kami tentu berharap penyelesaiannya melalui prosedur yang benar. Ada proses dan mekanisme tersendiri. Kita lihat saja bagaimana ke depannya,” ucapnya.

Keengganan berkomentar diperlihatkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, Mirhan. Dia mengaku sedang mengikuti rapat dan tidak mengetahui permasalahannya.

Batal Menginap
Pernyataan Zainuddin tentang pembatalan kemenangan SA, mampu mengurungkan rencana massa kubu Syafa menginap di Gedung DPRD. Massa yang tergabung dalam Komite Penyelamat Balangan menilai pernyataan itu, meski belum sepenuhnya, sudah memenuhi keinginan mereka.

Sikap itu berbeda saat awal menggelar aksi. Massa marah karena polisi gabungan Polres HSU, HST dan Balangan menutup pagar gedung DPRD. Massa sontak berusaha merobohkan pagar. Untung saja kemarahan mereka bisa diredam Suhardi. (arl/has)

SENGKETA PEMILUKADA BALANGAN
2 Juni 2010: Pemilukada diikuti 3 pasangan, yakni Syarifuddin-Fahrurazi (Syafa), Murjani H-Harnan Humaidi (MH), Sefek Effendi-Ansharuddin (SA)

6 Juni 2010: KPU mengumumkan hasil pemungutan suara. Syafa meraih 14.243 suara (24,36 %), MH didukung 4.509 suara (7,71 %), SA mendapat 39.713 suara (67,93 %)

13 Agustus 2010: SA dilantik Gubernur Kalsel Rudy Ariffin sebagai bupati-wakil bupati Balangan 2010-2015. Kubu Syafa terus melakukan gugatan karena SA diduga melakukan politik uang dalam pemilukada.

12 Januari 2012: Majelis Hakim PN Amuntai menjatuhkan vonis 4 empat dan denda Rp 3 juta untuk Syahril yang terbukti melakukan politik uang dalam Pemilukada. Buktinya, uang Rp 250 ribu dan kartu nama bergambar pasangan SA.

18 Januari 2012: Ketua DPRD Balandan Zainuddin menyatakan kemenangan SA bisa dibatalkan. DPRD akan mengeluarkan surat keputusan pembatalan itu.

2 thoughts on “DPRD Goyang Sefek Effendi

  1. bagi saya siapa pun Yang menang atau pun kalah dalam sengketa ini tidak jadi so al, boleh demo asal Jangan anarkis kan Ada semboyan sa’at mau pemilu siap menang siap kalah ,,,,, bagi bapak bupati saya harap persoalan ini jangan sampai mengganggu kenerja bapak dalam membangun tanah sanggam Yang tercinta ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s