Jumadi Menang Telak

Terpilih Gantikan Akhmad Gazali

BANJARMASIN, BPOST – Selasa (23/8) pagi di rektorat Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin. Kesibukan sudah dilakoni Sutarto Hadi. Sekretaris panitia seleksi pemilihan pembantu rektor (PR) II antarwaktu itu bolik-balik dari ruang kerjanya ke ruang Rektor, HM Ruslan. Dia memegang map yang berisi beberapa lembaran kertas.

PR Unlam Terpilih

PR Unlam Terpilih

Usai dari ruang rektor, Sutarto yang juga pembantu rektor (PR) IV Unlam itu menemui dua koleganya, PR I H Hadin Muhjad dan PR III, Idianoor Mahyudin yang bertamu ke ruangnya. Mereka bercakap-cakap sembari tertawa.

Sekitar pukul 11.00 Wita, mereka dan anggota senat Unlam satu per satu menuju aula rektorat.

Setengah jam kemudian, rapat untuk memilih PR II pascapengunduran diri, H Akhmad Gazali dibuka Ruslan. Setelah itu proses pemilihan dikoordinasi Ketua Panitia, H Athaillah Mursyid.

Seperti yang diwartakan BPost, ada enam kandidat yang maju dalam pemilihan itu. Mereka adalah Ahmad Alim Bachri, Antar Sofyan, Ismed Setia Budi, Hj Noor Fatiah, Yudha Isharyuana dan Jumadi. Dari enam orang itu, Ruslan memilih Antar Sofyan, Jumadi, dan Nur Fatiah.

Sebelum pemungutan suara dilakukan, rapat diskor. Selama masa jeda itu, Ruslan kembali ke ruangnya. Tak beberapa lama, Jumadi menyusul masuk ke ruang tersebut.

Selang sekitar satu jam kemudian, rapat dibuka kembali dan pemungutan suara dimulai diawali Ruslan, Hadin, Gazali, Idianoor dan Sutarto. Anggota senat pun secara bergantian memberikan suaranya.

Hasilnya, Jumadi unggul telak. Dari 42 anggota –dari 48 anggota senat– yang memberi suara, dia meraih 23 suara. Sedangkan Nur Fatiah mendapat 13 suara dan Antar Sofyan tidak memperoleh suara. Empat dari 42 anggota itu, memilih asbtain. Dua suara lain dinyatakan tidak sah.

Terpilihnya Jumadi sudah diduga beberapa kalangan di Unlam. Mereka menilai, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) itu ‘orangnya’ Ruslan.

Menanggapi itu, Jumadi menegaskan tidak tawar menawar atau istilah ‘orang rekyor’. “Anggota senat pasti melihat pengalaman saya yang pernah menjadi asisten direktur dua program pascasarjana. Saya mengurusi keuangannya. Boleh-boleh saja jika ada yang mengatakan pendamping saya adalah calon bayangan,” kata Jumadi yang lahir, 16 Februari 1964 itu.

Dia mengatakan akan menjawab penilaian itu, melalui kerja keras dan mendukung program-program yang dicanangkan rektor. “Terutama, sebaik mungkin mengurus keuangan kampus,” kata Jumadi.

Sedangkan Ruslan menilai sah-sah saja muncul penilaian seperti itu. “Tidak ada tawar menawar. Mungkin orang-orang tertentu saja yang menghubung-hubungkannya. Senat memilih Pak Jumadi karena pengalamannya sewaktu mengurusi keuangan di program pascasarjana,” ujarnya.

Ruslan mengaku telah melakukan Salat Istikharah sebelum memberikan suaranya dalam pemilihan itu. “Mudah-mudahan Pak Jumadi mampu bekerja melaksanakan tugasnya secara baik,” kata Ruslan. (has)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s