6 Polisi HST Tak Berdaya

30 Menit Disandera Massa

BARABAI, BPOST – Karena setrum, enam polisi Polres Hulu Sungai Tengah (HST) berpangkat brigadir disandera massa. Mereka diduga berasal dari Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Selasa (1/3).

Massa terpantik emosinya karena seorang rekan mereka ditangkap polisi saat menyetrum ikan di Sungai Sungai Kerukan di Desa Mahang Matang Landung, Pandawan.

Berdasarkan informasi, penangkapan itu dilakukan setelah polisi menerima pengaduan warga Desa Mahang Matang Landung yang dipimpin Sekretaris Desa, Wardani. Mereka malapor ke Polsek lalu diteruskan ke Polres karena melihat ada empat orang ‘asing’ melakukan penyetruman.

Menindaklanjuti laporan itu, sekitar 25 polisi yang dipimpin  kabag Ops AKP Dani Humardani dan Kasat Samapta AKP Djumberi bergerak menuju ke Sungai Kerukan menumpang kelotok (perahu  bermesin). Mereka berhasil menangkap seorang warga Desa Sungai Buluh berinisial MS. Sedangkan tiga rekannya melarikan diri.

Belum sempat MS dibawa ke Polres, puluhan orang bersenjata tajam berdatangan. Mereka bertemu puluhan warga Desa Mahang Matang Landung yang juga berada di lokasi. Mengantisipasi bentrokan antarwarga, Dani meminta warga Mahang meninggalkan lokasi.

Nasib nahas dialami enam polisi. Mereka tertinggal oleh rekan-rekannya sehingga disandera massa.
hanya mereka, dua warga Desa Mahang Jumatalah (30) dan M Yusuf (33)ikut disandera bahkan dianiaya hingga mengalami luka bacok di tangan.

“Saat itu kami di rawa sehingga sulit bergerak. Saat kami berusaha menghalau massa Desa Mahang, ada polisidan warga yang tertinggal,” kata Dani.

Penyandera lantas melakukan negoisasi agar rekannya dibebaskan dengan imbalan enam polisi itu dilepas. Polisi  setuju tawaran itu.

“Saya tidak mau mengambil risiko. Bisa terjadi pertumpahan darah. Maka orang yang kami tangkap, dilepas,” ujar Dani. Akhirnya warga melepas enam polisi dan dua warga Desa Mahang berikut serta enam senjata api laras panjang yang sempat mereka sita.

Rabu (2/3), puluhan warga Desa Mahang mendatangi Mapolres HST. Mereka menuntut penganiaya dua rekannya ditangkap. “Juga hentikan penyetruman ikan di desa kami. Jangan sampai kami bertindak lebih dulu,” ujar Kades Mahang Ahmad Rifani.

Menanggapi itu, Kapolres HST AKBP Hendro Wahyudin menegaskan tindakan penyanderaan dan penganiayaan akan diproses secara hukum. “Tapi untuk sementara kita tenangkan situasi dulu. Tolong percayakan kepada polisi untuk menanganinya. Jangan bertindak anarkistis karena mereka adalah saudara sebangsa dan setanah air,” tegas Hendro menenangkan massa. (arl)

2 thoughts on “6 Polisi HST Tak Berdaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s