Jelang Penobatan Raja Muda Banjar, Zuriah dari Belanda Pun Hadir

PENOBATAN Pangeran H Khairul Saleh sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar, Minggu (12/12) lusa, bukan hanya mendapat sambutan antusias dari warga Banua. Perwakilan kerajaan senusantara dan para zuriah yang berada di luar negeri pun merespons positif. Mereka menyatakan siap datang.

Bahkan, salah seorang zuriah yang tinggal di Belanda, Dick Eysman –keturunan dari Pangeran Suria Winata (anak Sultan Adam)– sudah menginjakkan kaki di Bumi Serambi Makkah sejak Rabu (8/12). Kedatangannya itu merupakan kali kedua setelah 1981. “Saya merasa sangat terhormat diundang, bisa ketemu dengan kerabat dan keluarga kesultanan Banjar,” ujar Eysman didampingi Budayawan Kalsel, Suryansyah yang membantu menterjemahkan ucapannya yang terkadang menggunakan Bahasa Belanda, Kamis (9/12).

Bagi Eysman, rangkaian kegiatan penobatan dan gelar budaya yang dilaksanakan ini merupakan sebuah wujud dari keragaman budaya di Indonesia.

”Fantastis. Saya juga merasa sangat menikmati keberadaan saya di sini. Sangat mengagumkan,” katanya.

Selain mengikuti rangkaian acara penobatan, Eysman juga berziarah ke makam para leluhur. Salah satu yang sudah diziarahi adalah makam Sultan Sulaiman (ayah Sultan Adam).

“Ke makam Sultan Adam belum. Tapi pasti akan saya lakukan,” katanya kepada BPost di sela-sela mengikuti jamuan makan siang sekaligus ramah tamah dengan Khairul Saleh dan panitia penobatan.

Tak hanya Eysman, banyak undangan dari luar Kalsel yang malam tadi tiba di Banjar. Di antaranya, Gusti Noor Yakin Mugeni dari Kesultanan Kota Waringin Barat. “Saya menyampaikan ke panitia bahwa utusan Kesultanan Kota Waringin Barat kemungkinan datang pada Jumat (10/12). Pangeran Mahyidinsyah dan Pangeran Arsadinsyah akan mewakili sultan yang kebetulan tidak bisa datang karena ada kesibukan di Solo,” katanya.

Kordinator Umum Panitia, Nasrun Syah, mengungkapkan hampir semua undangan memastikan hadir. “Untuk besok (hari ini) yang datang antara lain Ketua Forum Silaturahmi Kesultanan Nusantara (FSKN) Pakubuwono XIII Tedjowulan bersama para perngurus FSKN.  Selain itu juga undangan dari Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Berdasar pantauan BPost, panitia telah menyiapkan segala segala sarana prasarana untuk prosesi badudus (mandi-mandi), Jumat (10/12) ini di Mahligai Sultan Adam, Martapura. Persiapan itu melibatkan sejumlah budayawan, seperti H Adjim Arijadi. Kemarin sore, geladi bersih dilakukan.

“Sedangkan untuk geladi bersih penobatan  raja muda digelar Sabtu (11/12),” ujar Panitia Seksi Transportasi, Keamanan dan Pengerahan Massa, HG Syakhrin.

Mengenai kemungkinan pengalihan arus lalu lintas di Jalan A Yani selama prosesi berlangsung, Syakhrin mengatakan telah berkoordinasi dengan Polresta Banjar.

“Kita lihat dulu seberapa banyak masyarakat yang datang. Kalau lalu lintas terhambat, tentu akan dilakukan pengalihan arus,” ujar Syakhrin.

Kesibukan juga terjadi di Guest House Sultan Sulaiman yang menjadi tempat menginap para tamu. “Ada  24 kamar yang digunakan untuk undangan. Dua kamar lain  untuk posko kesehatan dan sekretariat panitia,” kata sang Manajer, Hj Noor Camelia. (ofy)

JADWAL
Jumat (10/12)
08.00-10.30 Badudus bertempat di Mahligai
16.00-18.00 Karasmin bertempat di Panggung Rakyat
20.00-22.00 Gelaran Islami bertempat di Mahligai

Sabtu (11/12)
16.00-18.00 Karasmin bertempat di Panggung Rakyat
19.00-23.00 Silaturahmi para Raja bertempat di Guest House
19.00-23.00 Karasmin bertempat di Panggung Rakyat

Minggu (12/12)
08.30-10.00 Persiapan bertempat di Mahligai
10.00-12.30 Penobatan bertempat di Mahligai
14.00-16.00 Wisata belanja para raja bertempat di Pertokoan CBS
20.00-23.00 Karasmin bertempat di Panggung Rakyat

5 thoughts on “Jelang Penobatan Raja Muda Banjar, Zuriah dari Belanda Pun Hadir

  1. Saya cuma mau menayakan bbrapa hal, krn saya masih Awam tentang masalah ini, pertanyaan’y :

    – Apakah H Gt Khairul Saleh benar-benar Asli Keturunan Raja Banjar, mksudnya apakah beliau asli keturunan dari Permaisuri Raja Banjar terdahulu atau dari Selir,
    Bukankah yg harusnya jadi Raja Banjar adalah orang keturunan Asli dari Permaisuri Raja,
    – Apakah Beliau Keturunan dari Gusti yang dulunya Pro Belanda atau Gusti yg benar-benar Berjuang demi Rakyat Kal-Sel ?
    – Kenapa Hal ini tidak kita angkat ke Forum saja, karena mungkin Rakyat Kal-Sel perlu kejelasan tentang Hal ini, sebab Status Raja bukanlah Hal Main-Main walaupun ini cuma sebagai Pelestarian Budaya,, semuanya Harus Jelas bagi Rakyat Kal-sel..

    Mungkin cuma itu yang ingin saya ketahui, mohon maaf jika kurang berkenan.

  2. posting mas Raditya Pratama tsb harus terjawab dgn tuntas…supaya jgn asal asalan saja……dicari dgn teliti dan tertib juriatnya….krn Radja Banjar lama tidak kenal kenal turunannya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s