Warga Korsel di Banua Siap Perang

BANJARMASIN – Kondisi di Semenanjung Korea masih ‘panas’ menyusul serangan arteleri Korea Utara (Korut) ke Pulau Yeonpyeong, Korsel.

Dua personel marinir dan dua warga Korsel tewas akibat serangan itu. Kemarahan pun membuncah di hati warga Negeri Ginseng, termasuk Park Yong Seok yang tinggal di Banjarmasin.

Kepada BPost, kemarin, pria yang fasih berbahasa Indonesia itu menilai Korut tidak tahu terima kasih. Meski menerima bantuan pangan dari Korsel, negara itu selalu memprovokasi bahkan melakukan serangan militer.“Rasanya, negara kami tidak menyerang Korut lebih dulu. Saya pun terus mengikuti perkembangan situasi melalui internet,” kata pria yang sudah 12 tahun di Banjarmasin ini.

Park yang  bekerja di perusahaan konsultan batu bara mengaku kian intens berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di Seoul (ibu kota Korsel).

“Keadaannya masih normal. Namun, dalam waktu dekat saya masih belum bisa pulang,” ucapnya kepada BPost, kemarin.

Meski demikian, Park menegaskan, sebagaimana warga Korsel lainnya, dia pernah mengikuti wajib militer sehingga siap pulang dan ikut berperang.

‘Provokasi’ kembali dilakukan Korut. Melalui kantor berita, KCNA, mereka menyatakan memiliki ribuan perangkat sentrifugal untuk mengolah uranium menjadi energi nuklir.

Sebelumnya, ilmuwan AS, Siegfried Hecker menyatakan pernah melihat langsung pabrik pengolahan uranium yang dimiliki Korut.

Dia mengatakan, pabrik pengayaan uranium itu begitu canggih hingga sewaktu-waktu bisa digunakan untuk menghasilkan uranium tingkat tinggi sebagai bahan bakar bom nuklir.

Sedangkan Presiden Korsel Lee Myung-bak secara terbuka  mengaku bertanggung jawab atas kegagalannya melindungi rakyat. Maka dia bertekad memberi balasan setimpal bila Korut menyerang lagi.

Lee juga mengemukakan kesedihan dan kemarahannya karena ledakan artileri Korut terjadi hanya berjarak beberapa meter dari sekolah yang dipenuhi murid yang sedang belajar.

“Saya marah dengan kekejaman rezim Korut yang  tidak memedulikan kehidupan anak-anak,” ujar mantan Walikota Seoul itu.

Tidak Ada
Mengenai kebaradaan warga Korut di kota seribu sungai ini, Kepala Kantor Imigrasi Banjarmasin –membawahi Banjarmasin, Banua Anam, Banjarbaru dan Batola– Maryoto Sumadi mengatakan tidak ada.

Sedangkan jumlah warga Korsel sebanyak delapan orang. Mereka berada di Banjarbaru (1 orang), Banjarmasin (6 orang) dan Batola (1 orang).

“Status keimigrasiannya, kunjungan satu orang, dan pemegang KITAS (bekerja sebagai tenaga ahli) sebanyak tujuh orang,” katanya.

Mengenai penanganan terhadap warga Korsel, terkait ketegangan di Semenanjung Korea, Maryoto menegaskan masih menunggu instruksi dari ‘pusat’.

Kepala Kantor Imigrasi Kotabaru (membawahi Kotabaru dan Tanahbumbu), Nana Resmana saat dihubungi  koran ini juga mengatakan tidak ada warga Korut di wilayahnya. Sedangkan warga Korsel sebanyak dua orang. (Banjarmasin Post)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s