Selera Konsumen

SOSIOLOG Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), H Wahyu MS memiliki pendapat lain. Dia menilai beredarnya sasirangan printing adalah keniscayaan dalam mekanisme pasar.

Semua tergantung selera konsumen. Merekalah yang memilih, menggunakan sasirangan asli atau ‘aspal’ (asli tapi palsu).

“Lajuperkembangan teknologi tidak bisa dibendung. Berbisnis kan sah-sah saja. Hanya saja bagaimana agar tetap menjaga nilai-nilai lokal bisa tetap eksis,” katanya, kemarin.Menurut Wahyu, untuk menjaga eksistensi nilai lokal perlu langkah dan strategi bisnis yang cepat dan tepat serta meningkatkan kualitas.

Dengan mengacu itu, maka perdebatan yang muncul lebih fokus kepada upaya peningkatan kinerja dan kualitas.

“Diperlukan strategi bisnis, bagaimana caranya agar lebih murah dan kualitas lebih bagus, sehingga menarik minat masyarakat.

Di sisi lain perlu ditumbuhkan kesadaran menggunakan dan membeli sasirangan asli,” tegasnya.

Pengamat ekonomi, H Gusti Mahfud juga menegaskan perdagangan bebas tidak bisa dibendung. “Tinggal bagaimana pemerintah bisa membatasi peredarannya di pasar. Namun sebenarnya, serbuan sasirangan printing itu bisa memacu inovasi dan kreativitas perajin,” ujarnya.

Analis ekonomi, Syahrituah Siregar, sependapat. Dia menilai serbuan sasirangan printing tidak perlu disikapi dengan kepanikan.

“Menghindari kehadiran teknologi bukan cara bertahan yang sehat, tetapi kita harus bisa menerima tantangan itu dengan meningkatkan kualitas,” ujarnya. (Banjarmasin Post)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s