Meski Sakit Tetap Mengajar

  • Guru Supian Berpulang

H Supian

H Supian

MARTAPURA – Air mata duka tak hanya ‘membasahi’ Kabupaten Banjar. Banua pun pun berduka dengan berpulangnya ulama kharismatik, KH M Supiannor (Guru Supian), Jumat (26/11) dini hari.

Kabar itu dengan cepat menyebar baik melalui alat komunikasi, pengumuman di musala, masjid dan langgar serta dari mulut ke mulut. Semua terkejut, antara percaya dan tidak percaya. Mereka pun sontak menangis tatkala mendapat kepastian ulama yang tinggal di Jalan Sasaran, Kelurahan Keraton, Martapura itu memang telah menghadap Sang Khalik karena sakit. Kesantunan, kesabaran dan kesalehan Guru Supian sangat membekas di benak mereka.

Bak gelombang, sejak Subuh hingga malam tadi, puluhan ribu orang bergantian datang ke rumah duka untuk mendoakan Guru Supian. Di antara mereka terdapat sejumlah ulama seperti  Pemimpin Ponpes Darussalam, KH Khalilurahman dan KH Sarwani. Wakil Bupati H Fauzan Saleh pun larut dalam kesedihan yang mendalam.Tepat berkumandangnya azan Salat Asar, jenazah dikebumikan di Kompleks Pemakaman Patih Mangun Jaya. Di sini pula, orangtua (alm) Guru Sekumpul, dimakamkan. Ribuan orang mengikuti prosesi pemakaman yang berlangsung penuh haru tersebut.

Pascameninggalnya Guru Sekumpul, Guru Supian menjadi salah seorang ulama yang aktif membimbing warga Kalsel untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain rutin menggelar pengajian, Guru Supian juga mengajar di Pondok Pesantren Darussalam.

Rumahnya dan Langgar Darul Aman yang menjadi tempat pengajian Guru Supian dulunya ditempati Guru Sekumpul. Pada 1990-1991, Guru Sekumpul pindah ke Sekumpul.

Kesehatan Guru Supian menurun sejak Kamis (25/11) malam. Pagi harinya, sempat menjalani proses cuci darah di RSUD Ratu Zalekha, Martapura.

DI PADATI JEMAAH

DI PADATI JEMAAH - Para jemaah memadati rumah Ulama Martapura, H Supian untuk melihat langsung dari dekat jasad beliau yang di salatkan bergiliran di kediaman beliau di Jalan Keraton, Martapura, Jumat (26/11).

Namun, kesehatannya terus menurun hingga menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 02.00 Wita di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Saya dengar kabar itu sekitar pukul 04.15 Wita dari pengumuman di Langgar Al Kautsar, Murung Keraton. Saya dan banyak orang  kehilangan tokoh panutan,” ujar seorang santri Guru Supian, Akhmad Hamdani.

Dia mengungkapkan, meski terserang penyakit gagal ginjal, Guru Supian selalu berusaha memimpin pengajian di berbagai tempat. “Selasa (23/11) malam masih memimpin pengajian di Langgar Darul Aman,” katanya.

KH Khalilurahman mengatakan, kematian adalah sebuah sunatulah yang pasti dialami setiap orang. Namun, Guru Supian adalah seorang ulama besar yang mengajarkan ilmu agama Islam di sepanjang hidupnya.

“Guru Supian adalah ulama yang sangat dicintai oleh umat Islam karena dedikasinya yang sangat besar dalam pengembangan agama Islam. Karena itu, sangat wajar banyak orang yang berduka dan merasa kehilangan,” ujar pria yang akrab disapa Guru Khalil ini.

Mengenai penerus Guru Supian, dia mengatakan tidak bisa seorang ulama yang meninggal langsung diganti ulama lain. Ulama bukanlah pejabat pemerintahan yang bisa langsung diganti.

“Untuk ulama itu urusan umat. Tidak bisa diganti begitu saja oleh ulama lain. Nanti muncul dengan sendirinya. Seberapa banyak jemaahnya juga  tergantung umat. Kita tidak bisa mengatur soal itu,” tegasnya. (BANJARMASINPOST)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s