MEMBUKA bursa calon pembantu rektor (PR) seluas-luasnya telah menjadi keputusan HM Ruslan. Pria yang baru sebulan menjabat Rektor Unlam itu menegaskan, dengan demikian tim suksesnya dalam pencalonan rektor lalu, harus bersaing dengan calon lainnya.
Ditanya kemungkinan dari tim sukses tersingkir karena kalah bersaing dengan kandidat lain, Ruslan menyadari kemungkinan tersebut. Ruslan berharap orang yang berjasa mendorongnya hingga duduk sebagai rektor legowo.
“Saya mengetahui, setiap keputusan yang saya ambil mungkin berimplikasi kekecewaan. Tetapi yang namanya keputusan terpaksa harus dijalankan,” ujarnya. Lanjutkan Membaca