BUAH cempedak memang banyak gunanya. Kulitnya yang biasa diolah menjadi mandai (asinan) oleh warga Kalsel, ternyata bisa menghasilkan bioetanol sederhana.
Temuan itu merupakan hasil penelitian tiga siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Barabai. Mereka adalah Doddy Rifani, Ikhsan Nazar Rahman dan Novia Apriliyani.
Ketiganya telah mempresentasikan hasil temuan itu di hadapan dewan juri pada Lomba Karya Cipta Inovasi Kompor Berbahan Energi Alternatif se-Kalimantan Selatan tingkat SLTA/SMA/MA di Tanjung, Tabalong, 9 Januari 2012 lalu.
Mereka berhasil memukau para juri di kompetesi yang digelar PT Adaro itu. “Bahan bakar ini sudah kami aplikasikan pada kompor bioetanol sederhana,” ujar satu siswa, Ikhsan, Rabu (1/2).
Bioetanol hasil sulingan air mandai itu pun berhasil membuat kompor menyala, seperti halnya minyak tanah. “Untuk menghasilkan bietanol berkadar 90 persen dari air mandai memerlukan proses waktu sekitar satu bulan, hingga bisa disuling,” tutur Ihksan. Lanjutkan Membaca