ALIH-ALIH ingin membongkar praktek mafia anggaran di DPR lewat media televisi, anggota Badan Anggaran DPR, Wa Ode Nurhayati, justru ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi anggaran Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID).
Anggota DPR asal Gorontalo itu, kini mendekam di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur sebagai tahanan KPK.
Penasihat Hukum Wa Ode Nurhayati, Jimmy Solihin, mengatakan kliennya kecewa atas penahanan yang dilakukan KPK terhadapnya.
Wa Ode masih merasa tidak melakukan kesalahan apa pun.
“Meski begitu, Wa Ode ikhlas hidup di balik jeruji besi. Terakhir, kemarin, dia sudah menyampaikan bahwa dia ikhlas. Dia merasa betul bahwa dia tidak bersalah,” kata Jimmy, Jumat (27/2).
Meski, ikhlas, lanjutnya, kliennya kini terganggu karena anaknya yang masih berusia lima tahun sedang sakit. “Anaknya lagi sakit. matanya berair terus dari kemarin,” jelas Jimmy.
KPK menahan Wa Ode Nurhayati tersangka kasus dugaan korupsi pembahasan anggaran tahun 2011 tentang Dana PPID sejak Kamis (26/1).
Anggota Badan Anggaran DPR itu diduga menerima dana dari Haris, seorang pengusaha di Sumatera Utara sebesar Rp 6 miliar, sebagai komisi untuk proyek Rp 40 milair di tiga kabupaten di Aceh, yakni Aceh Besar, Bener Meriah, serta Pidie Jaya.
Wa Ode dijerat pasal Pasal 12 a dan b, dan atau Pasal 5 ayat 2, dan atau Pasal 11 UU 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Di dalam Rutan Pondok Bambu, Wa Ode Nurhayati ditempatkan di sel tahanan perempuan bersama 31 tahanan lain. Kondisi kesehatan Wa Ode dikabarkan cukup sehat. Tekanan darahnya dalam kondisi normal, yakni 100/72 millimeteres mercury (mmHg).
Namun, kata Jimmy, Wa Ode mengeluhkan sakit di lambung. “Dia punya sakit maag,” kata Jimmy.
Hingga saat ini, hanya beberapa saja anggota keluarga Wa Ode yang datang menjenguk ke Rutan Pondok Bambu. Pakaian pun sudah dibawa semua ke Rutan Pondok Bambu.
Rencananya, Sabtu (28/1), keluarga dekat Wa Ode yang akan datang untuk menengok kondisi Wa Ode. Wa Ode Nurzainab, kakak kandung sekaligus penasihat hukum Wa Ode, mengatakan adiknya dalam kondisi sehat walafiat.
Nurzainab menceritakan, meski di dalam sel adiknya tidur beralaskan kasur tipis, Wa Ode tampak tetap menikmatinya. Bahkan memuji sikap sipir maupun tahanan lain yang terbuka menyambutnya itu.
“Hampir sebagian besar petugas Rutan Pondok Bambu angkat jempol buat adik saya karena tidak risih dan tak pernah meminta sesuatu yang aneh-aneh. Kalau pun ada yang dikeluhkan adalah susahnya mencari tempat untuk menunaikan salat lima waktu karena pernghuninya terlalu padat,” katanya.
Nurzainab mengatakan, mereka akan membuka fakta-fakta adanya keterlibatan pimpinan Badan Anggaran dan pimpinan DPR dalam kasus PPID. Termasuk membuka rekaman percakapan antara Wa Ode denga eks pimpinan Badan Kehormatan DPR, Nudirman Munir.
“Pada saatnya nanti kita akan memilah milih mana fakta-fakta yang akan diungkap. Ini kan pemeriksaan belum masuk kepada substansi,”pungkas Wa Ode Nur Zainab. (tribunnews/wil)
