Oleh: KH Husin Naparin Lc MA
Alangkah banyaknya problema yang harus kita hadapi dalam hidup ini. Banyak hal yang membuat orang menjadi galau dan stres akhir-akhir ini. Salah satunya Ujian Akhir Nasional (UAN).
Ini tidak saja bagi anak-anak yang menghadapi ujian, tetapi juga orangtua mereka.
Di Banjarmasin, sekolah-sekolah menggelar shalat hajat bersama. Para ustadz kewalahan mengatur jadwal memimpin shalat hajat. Padahal itu bisa dilakukan serempak seperti di Palangka Raya. Sekitar seribu pelajar (kelas 6 SD, kelas 3 SLTP dan SLTA), doa bersama di Gedung Serba Guna Tambun Bungai, Sabtu 19 April 2008. Semua sah-sah saja.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berwudhu dengan sebaik-baik wudhu lalu dia shalat dua rakaat dengan sempurna, Allah akan memberikan kepadanya apa yang dimintanya, cepat atau lambat.” (HR.Ahmad).
Shalat hajat adalah untuk memohon kebaikan kepada Allah SWT baik masalah dunia maupun akhirat. Shalat hajat dilaksanakan dua rakaat sekali salam. Pada rakaat pertama sesudah Fatihah baca Surah Al Kafirun dan pada rakaat kedua baca Surah Al Ikhlas. Pada sujud akhir, setelah membaca Tasbih, berdoa dalam hati apa yang diinginkan. Setelah salam, berdoa kembali. Simpel dan ringkas bukan?
Hal ini bisa dilakukan setiap muslim dalam menghadapi persoalan, tidak mesti harus berjamaah. Diriwayatkan, “Adalah Rasulullah SAW, bila mendapat kesusahan, dia segera memohon pertolongan dengan mendirikan shalat”.(Hadits Hasan Riwayat Abu Daud & Ahmad).
Shalat hajat ada berbagai cara. Tersebut pula dalam Fawaid al Imam al Syarji bahwa apabila seseorang mempunyai hajat (keperluan penting) segeralah dia memohon kepada Allah SWT dengan shalat hajat empat rakaat dengan dua kali salam. Pada dua rakaat pertama sesudah Al Fatihah baca Surah Al Kahfi ayat 10 sebanyak 10 kali.
Pada rakaat kedua sesudah Al Fatihah baca Surah Thaha ayat 25-35 10 kali.
Pada rakaat ketiga seeudah Al Fatihah baca Surah Ghafir ayat 44 sebanyak 10 kali dan pada rakaat keempat sesudah Al Fatihah baca Surah At-Tahrim 8 sebanyak 10 kali.
Selesai shalat sujud ziyadah (tambahan) satu kali. Dalam sujud itu baca doa Nabi Yunus a.s yang termaktub dalam surah Al Anbiya ayat 87 sebanyak 41 kali dan kemudian mintalah apa yang diinginkan.
Minimal ada dua hal positif yang harus ditumbuhkan dalam menghadapi UAN. Pertama pendekatan diri kepada Allah SWT melalui shalat hajat dan doa agar anak-anak berhati cerah dalam menjawab ujian, jujur dan amanah. Kedua optimalisasi memanfaatkan waktu.
Usai ujian, bila lulus, hendaklah sujud syukur, bukan hura-hura dan bertindak amoral, seperti konvoi dan coret-coret baju seragam. Bila gagal, jangan frustasi apalagi mengakhiri hidup.
Ingat, terdapat ujian yang lebih besar di akhirat yaitu pengadilan di padang Mahsyar. Setiap jiwa akan ditanyai “kemana masa muda dihabiskan, kemana umur dimanfaatkan, darimana harta didapat dan kemana menggunakan, dan dengan ilmu apa yang diamalkan.
Belum Ada Tanggapan
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
