Balita Tewas Diterjang Banjir

Di Tulis Oleh: ck7
MUARA TEWEH, BPOST - Tingginya intensitas hujan dalam satu pekan terakhir di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalteng, mengakibatkan Sungai Barito meluap, ratusan rumah di Kota Muara Teweh mulai terendam banjir.

Bahkan satu balita bernama Agung (3,5) warga Jalan Pertiwi, tenggelam ditelan banjir yang menggenangi bagian belakang rumah orangtuanya dan juga kakeknya, Kamis (24/4), sekitar Pukul 11.20 Wib. Informasi yang berhasil dihimpun BPost, sebelum ditemukan tewas tenggelam, Agung yang tercatat sebagai murid Play Group Santa Maria Muara Teweh ini main bersama kakaknya usai pulang sekolah. Ketika asik bermain, korban berpisah dengan kakaknya dan bermain di belakang rumah kakeknya.

Anak pasangan Melkianus dan Arai ini diduga terpeleset saat menyusuri tanah titian di belakang rumah kakeknya. Ketika ditemukan korban sudah tidak bernyawa dengan tubuh membiru.

“Sepulang  dari sekolah, seperti biasa Agung bersama kedua kakaknya bermain di dalam rumah, namun saya tidak tahu dia bermain di belakang rumah yang sejak tadi malam sudah tergenang air,” kata Melki yang terlihat masih syok ketika ditemui di IGD RSUD Muara Teweh.

Menurutnya, ketika anaknya bermain, dia berada di dalam kamar untuk mengetik. Dia sempat panik setelah beberapa lama tidak melihat anaknya. Sang kakak pun tidak mengetahui kemana adiknya pergi. Dia berusaha mencari, sementara Istrinya yang bekerja sebagai PNS pulang istirahat berusaha turut mencari. Mereka langsung syok saat melihat anak bungsunya mengapung di belakang rumah.

“Saya baru meninggalkannya sepuluh menit untuk bekerja, ternyata dia telah pergi untuk selamanya,” ucapnya lirih.

Berdasarkan pantauan BPost, banjir yang melanda kota Muara Teweh, sejak pagi  terus meninggi. Kawasan dataran rendah di sebagian Jalan Dahlia, Merak, Cempaka Putih, Panglima Batur dan Mawar terendam air setinggi 30 cm hingga satu meter.

Sedangkan banjir paling parah melanda Jalan Dahlia Gang Paraguay, puluhan rumah di daerah itu terendam, warga yang ingin beraktivitas keluar rumah terpaksa mengunakan jukung. Warga yang berada di daerah rawan banjir juga sudah mulai memindahkan perabotan rumah mereka ke lokasi lebih tinggi. Sebagian lagi sengaja membuat panggung di dalam rumah.

“Air terlihat cepat sekali naik, kita berusaha memindahkan dulu perabotan rumah yang bisa rusak jika terendam banjir,” kata Kurnia, warga Gang Paraguay.

Sementara itu, pasar yang baru beberapa hari dipindahkan dari Pasar Induk Pendopo, ke bagian turap Jalan Panglima Batur, karena lokasinya direhab, juga tidak luput dari terjangan banjir. Para pedagang eks Pasar Ipu itu memilih berjualan di pinggir jalan aspal.

Informasi yang diterima BPost dari Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, yang merupakan daerah hulu Sungai Barito itu, banjir juga merendam sejak kemarin. Kawasan rendah di Jalan Beriwit, mengakibatkan puluhan rumah dilaporkan terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar