Di Tulis Oleh: ee
BANJARMASIN, BPOST – Taufik Hidayat, bayi 1,5 bulan, yang mengalami pendarahan setelah diimunisasi, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dipastikan mengalami kekurangan vitamin K1.
Padahal, zat tersebut berperan dalam proses pembekuan darah. Ironisnya, kelainan kekurangan vitamin K1 bisa disebabkan bawaan sejak lahir.
Hasil pemeriksaan ini disampaikan Tim independen Komite Daerah Pengkajian Penanggulangan Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Komda GP) Banjarmasin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Selasa (22/4).
“Dari hasil temuan, di dalam jaringan darah pasien, faktor delapan dan sembilan tidak bekerja,” jelas dr Wulan SMF, yang menangani Taufik selama perawatan dan juga anggota Komda GP.
Selama masa perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin, ungkap dia, telah diberikan plasma dan vitamin K1 kepada Taufik. Beruntungnya, tiga hari kemudian, pendarahan tidak terjadi lagi.
Dijelaskan Wulan, pemberian vitamin K1 tersebut merupakan penanganan dalam jangka pendek. Padahal, pihak rumah sakit ingin memeriksa kembali kondisi bayi untuk jangka panjang. Namun, hal tersebut langsung ditolak oleh orangtua pasien.
“Kami sudah tiga kali berusaha membujuk orangtua agar taufik diperiksa kembali, agar kami dapat mengetahui perkembangan kesehatannya dalam jangka waktu yang lama. Namun upaya kami ditolak.” ungkap dokter spesialis anak ini.
Selain itu, imbuh Wulan, pendarahan yang dialami Taufik bukan karena imunisasi yang dilaksanakan di Puskesmas 9 Nopember.
Kepala dinas kesehatan, dr Hj Rosaly Gunawan mengimbau, hal ini jangan sampai dijadikan masalah serius demi kelancaran program imunisasi yang dicanangkan pemerintah.
“Pelaksanaan imunisasi bukanlah faktor pencetus terjadinya pendarahan pada Taufik, tetapi perisiwa tersebut merupakan kejadian ikutan,” tandasnya.
Belum Ada Tanggapan
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
