Berjejal di Perpustakaan

Di Tulis Oleh: aa/tin/ee/dua/cc

• Yudhi dan Alwi Pantau Ujian Nasional

BANJARMASIN, BPOST – Sebanyak 196 siswa SMK Bina Banua terpaksa mengikuti ujian Nasional (UN) di perpustakaan, ruang guru, laboratorium komputer dan aula.

Bahkan di ruang perpustakaan berukuran 4 x 5 meter yang seharusnya hanya muat untuk enam orang terpaksa diisi sembilan siswa. Tak pelak, mereka pun duduk nyaris berdempetan.

“Kami terpaksa menyulap ruangan yang ada menjadi ruang belajar dan ujian semenjak dua belas ruang kelas kemarin terbakar. Hingga kini kami belum mempunyai cukup dana untuk membangun kembali dua belas ruangan kelas tersebut. Bahkan ada ruangan yang disekat menjadi dua,” kata Kepala SMK Bina Banua Busriannoor.

Pelaksanaan hari pertama UN, kemarin (22/4), mendapat perhatian serius dari Walikota Banjarmasin, Yudhi Wahyuni. Dua SMA pinggiran menjadi sasaran sidak walikota.

Didampingi Pjs Kadisdik Kota Banjarmasin, Noor Ipansyah, dan Camat Banjarmasin Selatan, Kasman, walikota mengunjungi SMAN 10 di Gang Gandapura di Jalan Tembus Mantuil, serta SMAN 9 di Jalan Tatah Bangkal Luar.

Yudhi terpaksa harus menumpang sepeda motor salah seorang guru pengajar untuk menuju ke SMAN 10, pasalnya mobil dinasnya tak dapat masuk gang.

Kepala sekolah SMAN 10, Mundofir mengungkapkan, dari 122 siswa yang mengikuti UN, dua di antaranya, yang merupakan siswa yang tidak lulus tahun lalu, tidak hadir.

Sidak kemudian dilanjutkan ke SMAN 9 Banjarmasin, di sekolah ini selain memberikan pesan kepada para siswa walikota juga melihat lihat kondisi fisik sekolah yang letaknya memang di pinggiran kota ini.

Walikota juga sempat melihat adanya kesalahan pencetakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia yang kemarin diujikan. Selanjutnya kepada Pjs Kadisdik, diminta untuk mencari solusi agar siswa tidak dirugikan.

Sementara Walikota melakukan sidak ke sekolah pinggiran, Wakil Walikota, Alwi Sahlan, melakukan sidak ke sejumlah sekolah di dalam Kota.

Kepala Sekolah SMA 6 Banjarmasin, H Chairil Anwar , mengatakan total siswa yang ikut UN sebanyak 169. Dari jurusan IPA 35 dan IPS 134 siswa.

Chairil menuturkan, sejak pagi dia sudah berada di Mapolsekta Banjarmasin Tengah untuk mengambil soal. “Seluruh sekolah yang masuk Rayon I, dikumpulkan di sana. Pukul 06.15 sudah mulai distribusi. Sampai di SMA 6 pukul 07.00 Wita, dikawal dua polisi,” ujarnya.

Tim Independen

Terpisah, Koordinator Tim Pemantau Independen (TPI) UN Kalsel, Prof Ir HM Rasmadi, kemarin mengakui adanya temuan-temuan di lapangan. Namun, sayangnya ia tidak mau mengungkapkan apa saja yang selama ini ditemukan oleh TPI sejak awal pencetakan sampai dengan pendistribusian soal.

“TPI disebar di kabupaten kota, memantau unit-unit UN. Saat ini memang ada temuan,tapi yang namanya manusia pasti ada kesalahan dan itu wajar saja, nanti di lain waktu akan kita bicarakan,” ujar Rektor Unlam ini.

Menurut Rasmadi, pihaknya hanya ditugasi untuk melakukan pemantauan dan pengawasan, apa yang ditemukan kemudian dicatat baru dilaporkan ke pusat, temuan lain juga sudah diantisipasi dan setelah ini akan dibuat laporannya.

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar