Dian Sastro Terengah-engah

• Dua Simpatisan Tibet Ditangkap
• Sikap Presiden Tak Menguntungkan

JAKARTA, BPOST – Seraut wajah cantik menyeruak di antara 80 pembawa obor Olimpiade Beijing 2008. Dialah Dian Sastro. Bintang film ini tampak semangat menjalankan tugasnya. Dia berlari konstan.

Namun usai membawa obor, bintang iklan sabun mandi ini terengah-engah. Dia banyak komentarnya saat diwawancarai. “Saya senang banget,” ujarnya di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (22/4).

Sebelum dicecar lebih banyak pertanyaan, bintang film Ungu Violet ini langsung melesat ke dalam bus peserta.

Selain Dian, pembawa obor lainnya adalah Luna Maya, Nirina Zubir, Valerie Daniel dan Nugie. Para selebritis itu menyatu dengan 80 orang lainnya. Mereka membawa obor berkeliling Senayan.

Sebelum diarak, api sempat ditempatkan di Hotel Shangri-La. Pengamanannya superketat layaknya presiden. Sebanyak 2.500 personel kepolisian ditugaskan khusus mengawali api selama berada di Indonesia.

Api abadi yang dibawa dalam sebuah lentera emas itu tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Selasa pukul 00.00 WIB. Api tiba di hotel pukul 00.40 WIB. Ratusan aparat keamanan dari berbagai unsur seperti dari Brigade Mobil, Ditlantas Metro Jaya, Sabhara dan Densus 88 ditugaskan mengawalnya.

Siang, api menuju Stadion Gelora Bung Karno. Namun dalam perjalanannya, seperti juga di sejumlah negara lain, api Olimpiade Beijing mendapat gangguan. Polisi meringkus dua pendemo, yang merupakan simpatisan pembebasan Tibet.

Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Heri Wibowo mengatakan salah satu pendemo adalah warga Belanda, Stvef Blatter. Sesuai peraturan, warga asing tidak diperkenankan melakukan unjuk rasa di Indonesia.

Usai demo, simpatisan Tibet itu pun bubar. Tiba-tiba muncul dua warga China menggelar spanduk bertuliskan, ‘The Moslem of China Welcome Olimpic Approach to Jakarta’ di Pintu Timur Senayan. Mereka pun langsung di tangkap polisi. Namun polisi tak lama menahan

Yahya Mahaijun dan Haji Zhi Muhmed, yang merupakan warga muslim China, karena pro olimpiade. “Seharusnya polisi melihat langsung isi posternya. Tapi mereka keburu paranoid,” ujar Yahya.

Kehadiran obor olimpiade untuk pertama kalinya ini tidak disambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Ini tidak menguntungkan secara politik diplomatis, tidak ‘memenangkan’ hati China dan para penentang terutama dalam kasus Tibet- Beijing,” kata pengamat hubungan internasional CSIS, Alexandra Retno Wulan, kemarin.

Seharusnya, presiden datang. Ini menunjukkan pemerintah Indonesia membedakan masalah olahraga dengan politik. “Justru harusnya dimanfaatkan mendorong China menyelesaikan problem Tibet secara baik-baik,” cetusnya.

Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, mengatakan presiden berhalangan hadir.

Ditulis Oleh: Persda Network/ade/dtc/ick/inc

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar