Dewan Langsung Telepon Sultan

BANJARMASINPOST, Sudah sekitar satu jam, Bahriah (55) berada di terminal induk kilometer 6 (Pal 6) Banjarmasin. Dia hendak ke Martapura, Banjar. Tetapi, taksi (maksudnya angkutan antar kota dalam provinsi/AKDP) tidak kunjung berangkat. “Kata sopirnya, tidak bisa berangkat, dilarang,” ucap dia, Selasa (14/10).

Tak hanya Bahriah, ratusan calon penumpang juga telantar di terminal. Berjam-jam mereka menunggu. Sebagian karena ada keperluan mendesak, memilih naik ojek atau taksi argo. Kondisi itu dikarenakan para sopir yang tergabung dalam Organda (organisasi angkutan darat) Terminal Pal 6 menggelar aksi ke Gedung DPRD Kalsel. Mereka menolak pengoperasian terminal induk pengganti di kawasan Jalan A Yani kilometer 17, Banjar.

Tidak semua sopir ikut berdemo. Sebagian tetap berada di terminal. Namun, mereka memilih tidak beroperasi sampai ada pemberitahuan dari rekannya yang berunjuk rasa. “Sesuai kesepakatan, kami tidak bekerja dulu. Tunggu kabar dari DPRD,” ucap seorang sopir taksi Banjarmasin-Martapura, Yunus. Baca lebih lanjut

Ical Makan Kelelepon Jokowi Pilih Onde-onde

BANJARMASINPOST, Sepekan sebelum jadwal pelantikannya sebagai presiden, Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari politik, menemui pimpinan parpol terutama yangtergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Tujuannya, mencairkan ketegangan politik.

Yang kali pertama ditemui adalah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Pertemuan yang dikemas dalam bentuk ngopi bareng itu dilakukan di Rumah Makan Tugu Kunstkring Paleijs di kawasan Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Selasa (14/10).

Setelah Ical siapa yang akan ditemui? Apakah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi pesaingnya saat Pilpres 2014? “Ya satu per satu akan kami temui,” ujar Jokowi.

Mengutip Kompas (induk BPost) yang mendapat informasi dari Tim Transisi, kubu Jokowi-Jusuf Kalla telah menghubungi pihak Prabowo. Namun, belum ada tindak lanjut dari komunikasi itu. Baca lebih lanjut

MENGUNGKAP POPULASI ORANGUTAN DI KALSEL: Lempar Kayu Saat Difoto

BANJARMASINPOST, Selama ini terjadi perdebatan tentang ada-tidaknya populasi orangutan di Kalsel. ‘Arus’ besar pendapat mengatakan di bumi Banua tidak terdapat hewan yang masuk spesies kera besar tersebut. Ternyata itu keliru. Di Kalsel, tepatnya di hutan kawasan perbatasan Hulu Sungai Utara (HSU) dan Tabalong, terdapat populasi orangutan.

Kepastian itu diperoleh oleh tim ekspedisi gabungan pada awal bulan ini. Mereka melihat secara langsung beberapa orangutan bergelantungan di pohon, pada sore hari. Diduga mereka hendak mencari makan. Jumlahnya sekitar 50 orangutan yang terbagi dalam beberapa kelompok.

Anggota tim dari luar negeri yang menjadi saksi keberadaan hewan tersebut di Kalsel adalah Thomas, Ben dan Andrew dari Inggris, David dari Kanada, dan Chris dari Amerika Serikat (AS). Baca lebih lanjut

Akhirnya, Pungli di SPBU Hilang

BANJARMASINPOST, Beberapa hari lalu, Kapolda Kalsel Machfud Arifin menegaskan segera mengerahkan aparatnya untuk mengecek informasi adanya pungutan liar alias pungli yang terjadi di SPBU kawasan Banua Anyar, Banjarmasin.

Berdasar pantauan Kamis (9/10) malam, ada dua orang yang kabarnya personel Polda Kalsel yang ikut melakukan penjagaan di SPBU tersebut. Seorang di tempat antrean dan satu lagi di dekat SPBU.

Saat bertugas, mereka tidak mengenakan seragam. Namun, ada dampaknya. Sejumlah sopir truk yang membeli solar bersubsidi di SPBU tersebut mengatakan tidak ada lagi pungutan. Bahkan, kupon antrean pun tidak lagi digunakan. Padahal, sebagaimana diwartakan koran ini selama tiga hari kemarin, sebelumnya setiap sopir yang ingin membeli antre harus siap menyediakan uang setidaknya Rp 100 ribu untuk membayar beberapa jenis pungutan dari parkir (Rp 20 ribu), kupon (Rp 50 ribu), komisi (Rp 20 ribu) dan biaya keluar SPBU (Rp 10 ribu). Baca lebih lanjut

4 Tahun Belajar di Bekas WC

BANJARMASINPOST, Terpaksa menjadikan bekas ruang toilet dan rumah dinas (rumdin) guru sebagai ruang kelas. Kondisi itu sangatlah ironis karena terjadi di sekolah yang lokasinya hanya sekitar 25 kilometer dari Ibu Kota Tabalong, Tanjung.

Apalagi, Tabalong adalah salah satu kabupaten yang kaya sumber daya alam (SDA) dan hasil perkebunan. Banyak perusahaan besar dari skala lokal, nasional hingga internasional yang mengais rezeki di kabupaten tersebut.

Tetapi seperti itulah yang terjadi di SDN 2, Desa Kembang Kuning, Haruai. Jika sepintas dilihat dari luar, bangunan sekolah yang terletak sekitar 10 kilometer dari pusat kecamatan tersebut masih bagus karena terbuat dari beton dengan cat yang belum kusam.

Akan tetapi, sudah bertahun-tahun, proses belajar mengajar di sekolah tersebut juga menggunakan ruangan yang semula digunakan untuk toilet atau WC sekolah dan rumdin guru sebagai tambahan ruang kelas. Baca lebih lanjut

Langsung Kerahkan Intel

BANJARMASINPOST, Hasil penelusuran BPost mengenai pungutan liar (pungli) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Banua Anyar, Banjarmasin langsung direspons Kapolda Kalsel Brigjen Machfud Arifin dan Danrem 101 Antarsari Kolonel (Inf) Suharjono.

Selain geram terhadap masih terjadinya aksi pungli terhadap pembeli bahan bakar minyak (BBM), mereka juga menegaskan segera mengerahkan anak buah untuk melakukan penyelidikan karena diduga ada oknum aparat yang terlibat.

“Di mana, di mana, SPBU mana?” ucap Mahfud di sela-sela acara serah terima jabatan sejumlah kapolres di aula Gedung Bhayangkara Polda Kalsel, Rabu (8/10). Baca lebih lanjut

Malaysia ‘Akui’ Budaya Dayak

BANJARMASINPOST, Pameran terbesar buku berlangsung di Frankfurt, Jerman. Sebanyak 102 negara ikut serta dalam Frankfurt Book Fair (FBF) 2014. Tak hanya menampilkan buku, peserta berusaha menonjolkan keunikan stannya untuk menarik perhatian pengunjung.

Salah satu bilik yang menarik perhatian adalah milik Malaysia. Malaysia menampilkan backdrop berukuran sekitar 3 x 2,5 meter persegi bergambar penari Dayak dengan tulisan University in Diversity atau Universitas dalam Keragaman. Harus diakui Dayak merupakan salah satu suku yang ada di Serawak. Baca lebih lanjut

Pernikahan Adat Dayak Bernuansa Eropa: Maharnya dari Rp 10 Ribu Menjadi Rp 20 Juta

BANJARMASINPOST, Sambil menggerakkan tangan kirinya yang memegang pucuk ringgitan yakni untaian daun kelapa serta padi dan tangan kanan yang mengenakan hyang yakni gelang tembaga untuk ritual, Damang Ayal berlari kecil. Diiringi tabuhan gendang seorang nenek, dia mendekati sepasang calon pengantin yang duduk di pelaminan.

Mulut Damang Ayal komat-kamit. Kepalanya sesekali menengadah ke langit-langit bangunan, berdoa agar pernikahan pengantin tersebut direstui Sang Hyang, leluhur Dayak Meratus. Baca lebih lanjut

Gimbal Raja Gol

METROBANJAR, SKUAT Martapura FC mendapat perlawanan hebat dari Persis Solo sebelum menang lewat gol tunggal menjelang akhir pertandingan di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (8/10) petang.

Gol kemenangan MFC dicetak bomber asing Brima Pepito melalui tendangan penalti pada menit ke-85. Wasit Untung asal Jakarta menghukum tim tamu karena salah satu pemainnya menjatuhkan lawan di kotak terlarang. Para pemain Persis sempat melakukan protes, namun pengadil tetap pada keyakinannya.

Memasuki pengujung laga, Persis kehilangan satu pemain setelah Tinton dikeluarkan wasit akibat melakukan pelanggaran keras untuk kedua kalinya. Sebelumnya, dia telah diganjar kartu kuning pertama. Sayang pada waktu tersisa tim tuan rumah gagal menambah gol. Skor akhir tetap 1-0. Baca lebih lanjut

Ingin Secepatnya Dapatkan Incaran

Pelatih Barito Putera, Salahudin

Pelatih Barito Putera, Salahudin

METROBANJAR, PELATIH kepala Barito Putera, Salahudin berharap semua pemain yang menjadi incarannya bisa secepatnya didapatkan. Untuk nama-nama yang diincar sudah diserahkan kepada manajemen guna ditindaklanjuti ke proses negosiasi.

“Ya mudah-mudahan semua yang kita incar bisa bergabung di tim secepatnya. Biar kita pun bisa secepatnya juga untuk melakukan persiapan,” terang pelatih berkepala plontos itu.

Pemain yang diusulkan untuk diincar pun ternyata yang kualitasnya lebih bagus dari 11 pemain yang akan dipertahankan.

Tentunya ada alasan mengapa untuk musim ini tim pelatih mengincar pemain yang lebih berkualitas dari yang sudah ada. Tujuannya tidak lain adalah agar tim bisa bersaing dengan lebih baik, bahkan kembali mengukir prestasi gemilang.

“Kalau berbicara kompetisi sekelas ISL, memang ada banyak faktor yang menentukan. Salah satunya adalah materi pemain. Makanya kita pun berusaha mendapatkan pemain lebih berkualitas lagi pada musim berikutnya,” kata Salahudin.

Sumber: Metro Banjar edisi cetak Rabu (9/10/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id